JAKARTA – Lapangan Banteng, Jakarta, tak hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga titik temu dua perayaan besar—Imlek 2577 dan Ramadan—yang berpadu dalam semangat toleransi dan keberagaman.
Ribuan warga terlihat memadati area festival yang berlangsung sejak 22 Februari hingga 3 Maret, menikmati sajian kuliner yang menggoda sekaligus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Bagi Juafen, seorang pedagang kuliner vegan, gelaran ini membawa harapan baru.
“Toleransinya luar biasa. Bisa berkumpul, bisa berbuka puasa bersama, bisa (merayakan) Imlek,” ujarnya di Lapangan Banteng, Jakarta, pada Selasa (24/2).
Juafen mengaku baru pertama kali ikut dalam festival besar seperti ini, namun hasilnya mengejutkan—penjualan meningkat pesat.
Ia memasarkan coipan vegan, sushi vegan, dan bakso vegan, seluruhnya halal agar bisa dinikmati semua kalangan tanpa batas kepercayaan.
“Kita berusaha untuk menciptakan dari yang hewani menjadi yang vegan, lebih sehat, halal,” katanya penuh semangat.
Antusiasme pengunjung yang tinggi, terutama saat waktu ngabuburit hingga berbuka, menjadi faktor utama peningkatan penjualan bagi para pelaku UMKM.
Hal senada diungkapkan Novi, pedagang pecel dan aneka gorengan dari Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Ia mengaku pendapatannya naik signifikan selama festival berlangsung.
“Kalau kemarin sih alhamdulillah ya kita bisa menjual 15 porsi untuk pecelnya saja,” ujarnya.
Novi menilai Imlek Festival menjadi bentuk hiburan rakyat yang inklusif dan ekonomis selama Ramadan.
“Ya, bagus. Jadi kan kayak hiburan buat Ramadan juga ya. Kita bisa jalan-jalan ke sini gitu. Di sini kan gratis, dan di sini juga banyak hiburan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus diperbanyak agar semakin banyak pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat langsung.
“Untuk pemerintah ya ditingkatin lagi (event) yang kaya gini, lebih banyak lagi UMKM yang merasakan seperti gini,” katanya.
Imlek Festival 2577 tak sekadar perayaan budaya, melainkan simbol kolaborasi lintas identitas serta wadah pemberdayaan ekonomi rakyat.
Penyelenggara membuka akses gratis untuk masyarakat setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB.***