JAKARTA – Cape Verde gagal melanjutkan langkah di Piala Dunia 2026, tetapi penampilan gemilang Sidny Lopez Cabral justru membuka peluang besar bagi kariernya di level elite Eropa.
Gelandang berusia 23 tahun itu menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen setelah tampil impresif menghadapi sejumlah tim papan atas dunia hingga menarik perhatian banyak kalangan.
Di tengah sorotan tersebut, Sidny mengungkapkan bahwa ia menerima pesan pribadi dari pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, yang memberikan motivasi saat turnamen masih berlangsung.
Dukungan itu datang setelah Cape Verde mampu memberikan perlawanan sengit kepada Spanyol dan Uruguay pada fase sebelumnya.
Menurut Sidny, Mourinho mengirimkan pesan singkat yang membuat kepercayaan dirinya semakin meningkat sepanjang kompetisi.
“Bravo! Teruslah melangkah dan percayalah pada kemampuanmu sendiri,” ungkap Sidny saat mengutip isi pesan yang diterimanya dari Jose Mourinho seperti dikutip India Today, Minggu.
Pesan tersebut menjadi pembicaraan karena muncul ketika nama Sidny sedang melesat sebagai salah satu pemain paling mencuri perhatian di Piala Dunia.
Cape Verde sendiri mencatat sejarah sebagai negara dengan populasi kecil yang berhasil menembus fase gugur Piala Dunia dan tampil tanpa rasa gentar menghadapi lawan-lawan unggulan.
Perjalanan mereka memang berakhir setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina melalui babak tambahan waktu.
Meski tersingkir, penampilan Cape Verde menuai pujian karena mampu memaksa sang juara bertahan bekerja keras hingga menit-menit terakhir pertandingan.
Salah satu momen terbaik Sidny terjadi ketika menghadapi Argentina melalui gol spektakuler dari luar kotak penalti.
Gol tersebut lahir setelah ia memanfaatkan ruang kosong di sisi pertahanan lawan sebelum melepaskan tendangan melengkung yang gagal dihentikan kiper Argentina.
Aksi itu menyamakan kedudukan sekaligus membuat pertandingan berlangsung semakin sengit hingga memasuki extra time.
Penampilan konsisten Sidny sepanjang laga memperlihatkan keberanian menyerang, kecepatan, serta kemampuan membaca ruang yang merepotkan lini belakang Argentina.
Bukan hanya gol indahnya yang menjadi perhatian, tetapi juga kontribusi besarnya sepanjang turnamen yang membuat nilai pasarnya diperkirakan meningkat signifikan.
Sidny mengaku hubungan baiknya dengan Mourinho sudah terjalin sejak keduanya pernah bekerja sama sebelumnya.
Ia menilai pelatih asal Portugal tersebut sebagai sosok yang selalu berbicara apa adanya kepada setiap pemain.
“Dia akan mengatakan jika Anda bermain buruk dan juga akan memuji ketika tampil luar biasa, menurut saya dia adalah orang paling jujur yang pernah saya temui,” ujar Sidny.
Pemain muda itu bahkan yakin dirinya bisa berkembang lebih jauh apabila memiliki kesempatan bekerja lebih lama bersama Mourinho.
“Saya percaya jika mendapat waktu lebih banyak bersamanya, saya bisa mencapai level permainan terbaik,” tambahnya.
Performa Sidny sepanjang turnamen kini mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa yang membutuhkan pemain serbabisa di sektor pertahanan maupun sayap.
Selain beroperasi sebagai bek kiri bersama Cape Verde, ia juga mampu dimainkan sebagai bek kanan maupun gelandang sisi kanan.
Kemampuan bermain di beberapa posisi tersebut dinilai menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan klub-klub papan atas menjelang musim baru.
Real Madrid disebut termasuk tim yang tengah mencari tambahan pemain untuk memperkuat sektor tersebut sehingga nama Sidny mulai masuk dalam radar pengamatan.
Walau Argentina akhirnya memastikan tiket ke babak berikutnya berkat performa apik para pemain bintangnya, Cape Verde tetap meninggalkan kesan mendalam sepanjang turnamen.
Sidny Cabral pun pulang sebagai salah satu bintang baru Piala Dunia yang berhasil membuktikan kualitasnya di panggung sepak bola terbesar dunia.***