JAKARTA – Mimpi belajar di luar negeri yang dipupuk sejak SMP mengantarkan Aurel menuju Australia melalui Program Beasiswa Garuda 2026.
Siswi SMA Pradita Dirgantara itu diterima di University of Queensland pada program Biochemistry and Molecular Biology.
Keberangkatan Aurel bukan sekadar mengejar gelar internasional, tetapi menjadi awal langkah membangun riset kesehatan bagi Indonesia.
Perhatian terhadap tingginya kasus kanker di Tanah Air mendorongnya memilih jalur penelitian biokimia dan biologi molekuler.
Aurel menargetkan pengembangan pengobatan presisi yang disesuaikan dengan karakter genetik setiap pasien.
Pendekatan tersebut diyakini mampu menghadirkan terapi yang lebih tepat sasaran bagi penderita kanker.
“Aku memikirkan setelah kuliah nanti aku ingin berkontribusi di bidang pengobatan atau zaman sekarang itu lebih ke pengembangan pengobatan presisi yang setiap orang itu unik, tergantung dengan genetik masing-masing orang dan aku ingin mengembangkan di bagian itu.”
“Khususnya di penyakit kanker, karena penyakit kanker masih sangat marak terjadi di Indonesia,” ujarnya usai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang 1 Tahun 2026 di Jakarta pekan ini, dikutip pada Minggu (12/7).
University of Queensland dipilih karena memiliki laboratorium modern serta tenaga akademik berpengalaman di bidang biokimia.
Lingkungan riset kampus tersebut dinilai mendukung pengembangan kemampuan ilmiah secara maksimal.
Aurel mengakui biaya pendidikan luar negeri sempat menjadi hambatan terbesar untuk mewujudkan cita-citanya.
Program Beasiswa Garuda kemudian membuka jalan hingga impian kuliah di Australia dapat terwujud.
“Saya ingin mengeksplorasi diri dan meningkatkan skill dan wawasan saya sebaik-baiknya, supaya saya bisa membanggakan orang tua dan juga saya bisa berkontribusi di Indonesia.”
“Jadi dengan beasiswa ini, saya sangat bersyukur karena saya bisa kuliah di luar negeri dengan bisa dibilang gratis,” ucapnya.
Ia berharap semakin banyak pelajar berprestasi memperoleh peluang serupa melalui program beasiswa pemerintah.
Menurutnya, banyak talenta muda Indonesia yang layak bersaing di kampus dunia namun terkendala pembiayaan.
“Program ini sangat-sangat membantu siswa-siswa di Indonesia yang mempunyai potensi, namun mungkin masih mempunyai keterbatasan untuk bisa kuliah di luar negeri.”
“Tapi karena program ini, siswa-siswa yang berpotensi ini bisa mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan diri dengan kuliah di luar negeri dan kembali ke Indonesia untuk berkontribusi untuk masa depan Indonesia,” tuturnya.
Aurel juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui Program Beasiswa Garuda.
“Terima kasih banyak kepada Pak Presiden Prabowo dan juga pemerintah. Saya sangat berterima kasih dan sangat bersyukur dengan adanya Program Beasiswa Garuda,” ucapnya.
Baginya, pendidikan di Australia menjadi awal perjalanan panjang menghadirkan inovasi pengobatan kanker bagi masyarakat Indonesia.
Keinginan menimba ilmu di luar negeri kini berubah menjadi misi membawa manfaat nyata melalui penelitian kesehatan di Tanah Air.***