JAKARTA – Mimpi masa kecil Imran untuk mendalami dunia robotika kini berubah menjadi kenyataan setelah lolos Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026.
Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan itu diterima di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).
Di kampus bergengsi Korea Selatan tersebut, Imran akan menempuh studi pada program Electrical Engineering.
Perjalanan menuju kampus impian itu bukan diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak masih duduk di sekolah dasar.
Ketertarikannya terhadap robotika telah tumbuh sejak kecil dan terus berkembang hingga memasuki jenjang pendidikan menengah atas.
Selama di SMA, Imran aktif mengembangkan berbagai gagasan teknologi yang diarahkan untuk menjawab tantangan nyata di Indonesia.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian utamanya ialah pemanfaatan robot untuk membantu penanganan bencana alam.
Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak berhenti pada inovasi, tetapi mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Saya ingin membuat startup robotik semacam industri.”
“Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,” ujarnya usai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang 1 Tahun 2026 di Jakarta pekan ini, dikutip pada Minggu (12/7).
Keberhasilan memperoleh Beasiswa Garuda menjadi titik penting dalam perjalanan akademiknya menuju pendidikan internasional.
Program tersebut dinilai membuka jalan bagi pelajar Indonesia yang memiliki prestasi untuk belajar di kampus terbaik dunia.
Imran mengaku kesempatan itu juga menghapus keraguannya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri karena kendala biaya.
“Untuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Beasiswa Garuda memberikan dukungan pembiayaan secara menyeluruh bagi para penerima.
Fasilitas yang diberikan mencakup kebutuhan sebelum keberangkatan, biaya buku, hingga pembiayaan selama menjalani studi di Korea Selatan.
Dukungan tersebut diharapkan membuat mahasiswa dapat fokus mengembangkan kemampuan akademik dan riset.
Di akhir penyampaiannya, Imran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menghadirkan kesempatan tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,” pungkasnya.***