JAKARTA – Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat persatuan nasional dan mendukung kemajuan Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Jazuli Juwaini, beserta jajaran pengurus dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, di Jakarta, Selasa (8/7).
Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi kebangsaan sekaligus membahas pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat harmoni sosial, serta mendorong pembangunan nasional yang berlandaskan persatuan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Majelis Amanah PB Mathla’ul Anwar Embay Mulya Syarif, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM Arif Rahman, Wakil Ketua Umum Bidang Dakwah Muhammad Mursyid, serta Sekretaris Jenderal Yanuar Arif Wibowo.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini mengatakan, organisasi yang dipimpinnya siap mengambil peran aktif bersama seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung kemajuan Indonesia.
“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia membutuhkan peran aktif organisasi kemasyarakatan Islam dalam menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, memperkuat persaudaraan, serta mendorong kemajuan bangsa. Mathla’ul Anwar siap berkolaborasi dalam misi besar tersebut, yaitu mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, bersatu, dan sejahtera,” ujar Jazuli.
Ia menilai organisasi kemasyarakatan Islam memiliki posisi strategis dalam memperkuat kohesi sosial dan menjaga kehidupan berbangsa yang harmonis. Karena itu, dakwah harus menjadi sarana yang menebarkan ketenangan, memperkuat persaudaraan, dan memberikan optimisme di tengah dinamika masyarakat.
“Islam harus terus dihadirkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dakwah harus merekatkan, bukan memecah belah; menguatkan optimisme, bukan menebarkan ketakutan; serta mendorong umat untuk maju dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran PB Mathla’ul Anwar juga menerima pesan dari Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra agar organisasi terus berperan sebagai perekat persatuan bangsa melalui dakwah yang membawa nilai-nilai rahmat, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang.
Menurut Jazuli, pesan tersebut sejalan dengan komitmen Mathla’ul Anwar yang selama ini aktif berkontribusi di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
Ia menegaskan, persatuan merupakan modal utama bagi Indonesia untuk terus berkembang di tengah persaingan global. Di sisi lain, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, digitalisasi, dan inovasi menjadi faktor penting dalam mempercepat kemajuan bangsa.
“Kalau Indonesia ingin maju sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kuncinya adalah persatuan. Bangsa ini tidak boleh mudah dihasut, diadu domba, atau dipecah belah. Pada saat yang sama, umat Islam dan seluruh elemen bangsa harus mampu menguasai berbagai instrumen kemajuan, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, digitalisasi, dan inovasi,” tegas Jazuli.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dakwah, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat ketahanan nasional. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan perlu terus bertransformasi agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Persatuan adalah fondasi, sedangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah instrumen kemajuan. Dengan keduanya, insyaallah Indonesia akan semakin kuat, berdaulat, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
PB Mathla’ul Anwar menegaskan akan terus berkontribusi sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil dalam menjaga persatuan nasional, memperkuat moderasi beragama, serta mendukung pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.