JAKARTA – Sebuah pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways yang terdaftar Pakistan dengan lima awak dilaporkan hilang kontak pada Selasa malam (7/7/2026) setelah melaporkan masalah sistem navigasi dalam penerbangan menuju Karachi.
Otoritas penerbangan Pakistan menyebut pesawat berusia 27 tahun itu kemungkinan jatuh ke laut barat daya Karachi, berdasrkan data Flightradar24 yang menunjukkan perubahan ketinggian ekstrem sebelum penurunan curam.
Otoritas bandara Pakistan telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan di laut dengan melibatkan berbagai lembaga. K2 Airways menyatakan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait. “Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh untuk keselamatan rekan-rekan kami,” tulis operator di Facebook, dikutip The Guardian.
Pesawat melaporkan gangguan navigasi pada pukul 21.18 waktu setempat, dan tiga menit kemudian radar menunjukkan penurunan cepat sebelum komunikasi terputus. Data terakhir menunjukkan pesawat berada di ketinggian 1.100 kaki dengan laju penurunan minus 22.400 kaki per menit, kecepatan yang sangat curam dan tidak normal.
Anthony Brickhouse, konsultan keselamatan kedirgantaraan, mengatakan, “Setiap kali Anda melihat sesuatu yang ekstrem seperti itu, hal itu menarik perhatian Anda, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apa pun artinya tanpa informasi lebih lanjut.”
Pesawat ini merupakan satu-satunya armada K2 Airways, mulai beroperasi pada 2024, dan terakhir terbang pada 28 Juni sebelum insiden. Boeing belum memberikan komentar atas peristiwa tersebut.