JAKARTA – Atlético Dallas resmi mengumumkan Javier “Chicharito” Hernández sebagai pemain pertama dalam sejarah klub menjelang debut mereka di USL Championship musim 2027.
Kesepakatan itu berupa kontrak berdurasi dua musim dengan opsi perpanjangan satu tahun yang masih menunggu persetujuan liga dan federasi terkait.
Kehadiran Chicharito menjadi tonggak penting bagi Atlético Dallas yang akan bermarkas di Cotton Bowl saat memulai perjalanan profesionalnya.
Striker asal Meksiko itu menyatakan antusias menyambut tantangan baru setelah hampir dua dekade berkarier di berbagai kompetisi elite dunia.
“Saya percaya Dallas layak memiliki klub yang mencerminkan gairah terhadap sepak bola, keberagaman, dan masa depannya,” ujar Hernández seperti dilansir Dallas Morning News, Selasa (28/7/2026).
“Saya ingin membantu membangun budaya juara, menginspirasi pemain muda di seluruh North Texas, dan menghadirkan tim yang dapat dipercaya sejak hari pertama,” lanjutnya.
Atlético Dallas akan berkompetisi di USL Championship yang berada satu tingkat di bawah Major League Soccer (MLS) mulai musim 2027.
Klub tersebut menargetkan menjadi kekuatan baru sepak bola profesional sekaligus memperluas perkembangan olahraga itu di kawasan North Texas.
Chicharito tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Meksiko dengan koleksi 52 gol selama memperkuat negaranya.
Status itu membuatnya menjadi ikon sepak bola Meksiko sekaligus salah satu penyerang paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir.
Pendiri sekaligus Chairman Atlético Dallas, Matt Valentine, menilai perekrutan Chicharito merupakan bagian dari visi besar klub.
“Sejak awal, impian kami bukan sekadar mendirikan klub sepak bola profesional baru,” kata Valentine.
“Impian kami adalah membangun klub yang benar-benar menjadi milik Dallas, dan Javier percaya pada visi tersebut,” lanjutnya.
Karier Chicharito dimulai dari akademi Club Guadalajara sebelum mencuri perhatian bersama Chivas di Liga Meksiko.
Namanya melesat setelah menjadi pemain Meksiko pertama yang direkrut Manchester United di Liga Inggris pada 2010.
Insting mencetak gol dan pergerakan tanpa bola membuatnya menjadi ancaman bagi lini pertahanan lawan di berbagai kompetisi.
Setelah sukses di Inggris, ia sempat memperkuat Real Madrid dan tampil di Liga Champions Eropa.
Kariernya kemudian berlanjut bersama Bayer Leverkusen, West Ham United, Sevilla, hingga LA Galaxy di Major League Soccer.
Pelatih kepala Atlético Dallas, Peter Luccin, menyebut pengalaman Chicharito akan meningkatkan kualitas seluruh skuad.
“Javier telah bersaing melawan pemain-pemain terbaik dunia dan memahami standar untuk mencapai keunggulan,” ujar Luccin.
“Pengalaman, profesionalisme, dan mentalitas kompetitifnya akan mengangkat performa semua orang di sekitarnya,” tambahnya.
Sepanjang karier profesional, Chicharito mencatat 156 gol dari 408 pertandingan di berbagai ajang resmi.
Direktur olahraga Atlético Dallas, Brian Corcoran, menyebut karakter kepemimpinan sang penyerang menjadi alasan utama perekrutannya.
“Kesediaannya membimbing pemain lain serta kualitas yang dibawanya di lapangan menjadikannya rekrutan pertama yang ideal bagi klub kami,” kata Corcoran.
Pada 2010, transfer Chicharito dari Chivas ke Manchester United bernilai 8,5 juta dolar AS atau sekitar Rp138,6 miliar dengan kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS.
Transfer terbesar sepanjang kariernya terjadi pada 2017 ketika West Ham United membayar 20 juta dolar AS atau sekitar Rp326 miliar kepada Bayer Leverkusen.
Sepanjang 2026, Chicharito belum tampil dalam pertandingan resmi, sementara rincian kontraknya bersama Atlético Dallas tidak dipublikasikan.
Penyerang berusia 38 tahun itu kembali ke Chivas pada 2023, tetapi periode keduanya diwarnai cedera dan performa yang belum konsisten.
Meski demikian, ia optimistis masih mampu memberikan kontribusi penting dalam beberapa musim ke depan.
“Saya tidak datang ke sini hanya untuk mengakhiri karier,” tegas Hernández.
“Saya datang ke sini untuk membantu membangun masa depan sepak bola di Dallas.”***



