JAKARTA – Premier League 2026/27 akan segera dimulai. Kompetisi kasta tertinggi Liga Inggris tersebut dijadwalkan bergulir pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Pertandingan Arsenal melawan Coventry City di Emirates Stadium akan menjadi laga pembuka musim.
Arsenal datang sebagai juara bertahan, sementara Coventry berstatus tim promosi yang kembali ke Premier League untuk pertama kalinya sejak musim 2000/01.
Persaingan musim ini diprediksi bakal cukup menarik. Sejumlah klub besar melakukan perubahan di kursi pelatih, termasuk Manchester City, Liverpool dan Chelsea.
City kini ditangani Enzo Maresca, Liverpool bersama Andoni Iraola, sedangkan Chelsea memulai era Xabi Alonso.
Opta kemudian melakukan 10.000 simulasi untuk memprediksi jalannya Premier League 2026/27.
Hasilnya, Arsenal menjadi klub yang paling difavoritkan untuk kembali menjadi juara.
Berikut lima klub yang diprediksi bakal bersaing di papan atas Premier League 2026/27.
Arsenal
Arsenal menjadi favorit utama untuk mempertahankan gelar Premier League.
Dalam simulasi Opta, The Gunners memiliki peluang 38 persen untuk kembali menjadi juara.
Angka tersebut tidak lepas dari performa Arsenal pada musim sebelumnya.
Tim asuhan Mikel Arteta hanya kebobolan 27 gol sepanjang Premier League 2025/26.
Bahkan, Arsenal mencatat rata-rata expected goals against (xGA) hanya 0,74 per pertandingan.
Menurut Opta, angka tersebut menjadi salah satu catatan pertahanan terbaik dalam sejarah Premier League sejak data xGA tersedia.
Arsenal juga memperkuat lini tengah dengan mendatangkan Bruno Guimarães.
Gelandang asal Brasil itu memimpin seluruh pemain Premier League musim lalu dalam jumlah duel dan tekel yang dimenangkan per 90 menit.
Dengan skuad yang relatif stabil serta pengalaman setelah memenangkan gelar musim lalu, Arsenal menjadi kandidat paling kuat untuk kembali berada di posisi pertama.
Manchester City
Manchester City menjadi pesaing terdekat Arsenal dalam proyeksi Opta.
The Citizens memiliki peluang 20,5 persen untuk memenangkan gelar.
Namun, City memasuki musim baru dengan perubahan besar setelah Pep Guardiola meninggalkan klub.
Enzo Maresca kini dipercaya menangani tim setelah sebelumnya menjadi pelatih Chelsea.
Maresca akan mendapat tugas mempertahankan City di level teratas setelah klub tersebut finis sebagai runner-up musim lalu.
City tetap memiliki kekuatan besar di dalam skuad.
Erling Haaland masih menjadi andalan di lini depan, sementara klub juga mendatangkan Elliot Anderson dengan nilai transfer sekitar 116 juta poundsterling.
Perubahan pelatih membuat City sedikit lebih sulit diprediksi.
Namun, kualitas skuad dan pengalaman bersaing dalam perebutan gelar membuat mereka tetap menjadi kandidat kuat.
Liverpool
Liverpool menempati posisi ketiga dalam proyeksi peluang juara Opta dengan angka 9,2 persen.
The Reds memang menghadapi tantangan besar setelah hanya finis di posisi kelima pada musim sebelumnya.
Selain itu, Liverpool juga memulai era baru bersama Andoni Iraola yang menggantikan Arne Slot.
Liverpool perlu berharap sejumlah pemain mampu menunjukkan performa lebih baik dibanding musim lalu.
Alexander Isak dan Florian Wirtz menjadi dua pemain yang mendapat sorotan setelah belum mampu tampil maksimal sepanjang musim 2025/26.
Liverpool juga harus beradaptasi setelah kepergian Mohamed Salah.
Pemain asal Mesir tersebut meninggalkan klub setelah sembilan tahun dan tercatat sebagai pencetak gol serta pemberi assist terbanyak Liverpool di Premier League.
Meski begitu, Liverpool tetap memiliki kualitas untuk kembali bersaing di papan atas.
Manchester United
Manchester United menjadi klub dengan peluang juara terbesar keempat menurut simulasi Opta, yakni 6,2 persen.
Menariknya, United memiliki modal positif dari performa mereka pada paruh kedua musim lalu.
Setelah Michael Carrick kembali menangani tim pada Januari, Manchester United mengumpulkan 39 poin dari 17 pertandingan terakhir.
Catatan tersebut menjadi yang terbaik di Premier League pada periode tersebut.
United meraih 12 kemenangan, tiga hasil imbang dan hanya dua kekalahan.
Performa itu membuat harapan untuk melihat Manchester United kembali bersaing di papan atas mulai muncul.
Namun, United masih harus membuktikan apakah performa positif tersebut bisa dipertahankan selama satu musim penuh.
Chelsea
Chelsea menjadi salah satu klub yang menarik untuk diperhatikan musim ini.
The Blues hanya finis di posisi ke-10 pada Premier League 2025/26, tetapi mereka kini memasuki musim baru bersama Xabi Alonso.
Dalam proyeksi Opta, Chelsea memiliki peluang 4,1 persen untuk menjadi juara. Angka tersebut memang masih berada di bawah Arsenal, Manchester City, Liverpool dan Manchester United.
Namun, Chelsea punya alasan untuk optimistis. Alonso memiliki catatan rata-rata 2,2 poin per pertandingan ketika menangani Bayer Leverkusen dan Real Madrid di liga sejak musim 2022/23.
Chelsea juga telah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad.
Kehadiran Alonso membuat Chelsea berpotensi menjadi salah satu tim yang mengalami peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya.
Arsenal Masih Jadi Favorit
Melihat proyeksi Opta, Arsenal menjadi klub yang paling berpeluang memenangkan Premier League 2026/27.
Arsenal memiliki peluang 38 persen untuk mempertahankan gelar, disusul Manchester City dengan 20,5 persen.
Liverpool berada di urutan berikutnya dengan 9,2 persen, Manchester United 6,2 persen dan Chelsea 4,1 persen.
Namun, prediksi tersebut tetap bukan jaminan hasil akhir. Premier League musim ini menghadirkan banyak perubahan, terutama di posisi pelatih.
Arsenal akan berusaha mempertahankan gelar, sementara Manchester City, Liverpool, Manchester United dan Chelsea memiliki ambisi untuk merebut kembali posisi teratas.
Dengan musim baru yang dimulai pada 21 Agustus 2026, persaingan papan atas Premier League dipastikan kembali menjadi salah satu tontonan yang paling ditunggu penggemar sepak bola.***




