JAKARTA – Gelaran Formula 1 (F1) Singapore Grand Prix 2026 mulai menghadapi ancaman dari kondisi kabut asap lintas batas. Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan meningkatkan kekhawatiran terhadap kualitas udara Singapura menjelang balapan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Meski demikian, hingga saat ini Singapore Grand Prix 2026 belum dinyatakan batal. Formula 1 masih mencantumkan balapan tersebut dalam kalender resmi musim 2026 dan dijadwalkan berlangsung di Marina Bay Street Circuit pada 9–11 Oktober 2026.
Risiko Kabut Asap Kembali Menghantui Singapura
Kekhawatiran terhadap kabut asap muncul karena kondisi cuaca yang relatif kering di kawasan Asia Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat pada Agustus hingga September 2026, terutama di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
BMKG juga mencatat kondisi El Niño yang kuat pada awal Agustus. Analisis dasarian I Agustus menunjukkan nilai indeks Nino3.4 sebesar +2,77, yang masuk kategori El Niño sangat kuat. Kondisi tersebut dapat memperburuk kekeringan dan meningkatkan potensi terjadinya karhutla di wilayah yang rentan.
Secara khusus, BMKG memperkirakan risiko karhutla mencapai puncaknya pada Agustus–September. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Singapura Bersiap Menghadapi Dampak Asap
Pemerintah Singapura juga telah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya asap dari Indonesia. National Environment Agency (NEA) menyebut kondisi kering telah meningkatkan jumlah titik panas di Sumatra dan Kalimantan.
Pada 9 Agustus 2026, NEA mencatat indeks kualitas udara 24 jam atau Pollutant Standards Index (PSI) di wilayah tengah Singapura berada pada angka 81, yang masih masuk kategori sedang. Pemerintah Singapura menyatakan tim khusus penanganan kabut asap telah disiapkan untuk mengambil langkah apabila kualitas udara memburuk hingga kategori tidak sehat, yaitu ketika PSI 24 jam mencapai lebih dari 100.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Kabut asap dari kebakaran di Indonesia sebelumnya juga pernah berdampak terhadap Singapura. Pada 2019, kondisi asap sempat membuat kualitas udara memburuk ketika Singapore Grand Prix berlangsung.
F1 Singapura Belum Dibatalkan
Di tengah kekhawatiran tersebut, pihak Singapore GP telah menyiapkan langkah antisipasi. Penyelenggara menyatakan risiko kabut asap sudah masuk dalam rencana kontingensi acara.
Jika kondisi kabut asap sampai memengaruhi jarak pandang, kesehatan penonton maupun pekerja, atau operasional balapan, Singapore GP akan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah terkait sebelum mengambil keputusan mengenai penyelenggaraan acara.
Artinya, kabar mengenai F1 Singapura 2026 yang “terancam batal” perlu dipahami sebagai **potensi**, bukan keputusan pembatalan resmi. Sampai 22 Agustus 2026, kalender Formula 1 masih menetapkan Singapura sebagai seri ke-17 musim 2026.
Balapan tersebut akan menggunakan Marina Bay Street Circuit dengan panjang lintasan 4,927 kilometer dan 62 lap. Total jarak balapan tercatat mencapai 305,337 kilometer.
Kondisi Asap Jadi Perhatian Menjelang Balapan
Selain kualitas udara, kabut asap juga dapat berdampak terhadap jarak pandang dan kenyamanan penonton. Pada pertengahan Agustus 2026, kondisi asap bahkan telah menyebabkan pembatalan penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, karena jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
Karena Singapore Grand Prix merupakan ajang olahraga luar ruangan yang melibatkan puluhan ribu penonton, kondisi udara akan menjadi salah satu faktor penting yang dipantau menjelang perlombaan.
Untuk saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai pembatalan F1 Singapura 2026. Penyelenggara masih memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca sembari menyiapkan sejumlah langkah mitigasi apabila situasi memburuk.
Dengan jadwal balapan yang masih sekitar satu setengah bulan lagi, keputusan akhir mengenai pelaksanaan Singapore Grand Prix akan sangat bergantung pada kondisi aktual menjelang pekan balapan.





