Aksi pemasangan kain bergambar bendera Israel di salah satu rumah warga Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, mendadak viral dan memicu kehebohan di media sosial. Menanggapi keresahan warga, perangkat desa setempat bersama TNI-Polri bergerak cepat menertibkan atribut tersebut pada Selasa (20/10/2026).
Penurunan kain serta pembersihan mural di tembok rumah dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Made Suryo, Sekretaris Desa Khabbib Yaumiddin, serta Babinsa Serda Nurhadi dengan disaksikan warga sekitar.
Hasil Coretan Buatan Sendiri oleh ODGJ Sebatang Kara
Sekretaris Desa Made, Khabbib Yaumiddin, mengklarifikasi bahwa kain yang menghebohkan publik tersebut bukanlah bendera resmi, melainkan hasil lukisan tangan pemilik rumah menggunakan cat dengan pola menyerupai simbol negara terkait.
Khabbib membeberkan bahwa pemilik rumah merupakan seorang warga yang tinggal sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Yang bersangkutan diketahui mengidap gangguan jiwa (ODGJ) dan kerap mengekspresikan pikirannya melalui tulisan atau coretan di dinding.
“Orangnya tidak pernah mengamuk atau menyerang warga. Dia lebih cenderung diam dan menyalurkan ekspresinya lewat tulisan-tulisan, mungkin karena kondisi gangguan jiwa tersebut,” ujar Khabbib, Selasa (20/10/2026).
Pendekatan Persuasif Demi Menjaga Kondusivitas
Mengingat kondisi psikologis pemilik rumah yang tidak pernah bertindak anarkis, pihak pemerintah desa mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar permasalahan tidak membias atau memicu persekusi dari masyarakat luar.
Pj Kepala Desa Made, Suryo, menegaskan bahwa penertiban ini dilakukan demi meredam gejolak informasi liar di media sosial serta menjaga kenyamanan lingkungan setempat.
“Sesuai dengan yang viral di media sosial, pemasangan atribut tersebut hari ini kita turunkan bersama Pak Babinsa dan Pak Sekdes dengan disaksikan warga. Harapan kami ke depan tidak terpasang lagi agar situasi tetap kondusif,” tegas Suryo.
Selain menurunkan kain yang terpasang di tiang, petugas gabungan juga mengecat ulang tembok rumah untuk menghapus mural bergambar bendera tersebut. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan medis dan pendampingan sosial bagi warga sebatang kara tersebut.