ISTAMBUL – Istanbul kembali diguncang krisis seismik pada Rabu siang, ketika gempa berkekuatan 6,2 skala Richter melanda kota padat penduduk ini.
Berdasarkan laporan resmi otoritas Provinsi Istanbul, sebanyak 151 warga mengalami luka-luka akibat insiden ini, sebagian besar karena melompat dari bangunan saat panik menghadapi getaran pertama.
Getaran utama yang tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) tak hanya merusak ketenangan kota, tetapi juga memicu lebih dari 30 gempa susulan yang terus mengguncang wilayah itu.
Intensitas gempa-gempa susulan tersebut berkisar antara magnitudo 2 hingga 5, memperparah ketegangan di tengah masyarakat.
“Ada 151 korban yang menjalani perawatan medis di rumah sakit; mereka melompat dari ketinggian karena panik. Tidak ada ancaman terhadap nyawa mereka,” tulis pernyataan resmi otoritas Istanbul.
Salah satu insiden yang paling mencolok terjadi di distrik Fatih, jantung kota Istanbul, di mana sebuah bangunan kosong dilaporkan ambruk.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, petugas tanggap darurat terus memantau wilayah terdampak, mengantisipasi potensi gempa susulan dan risiko runtuhnya bangunan lainnya.
Pemerintah kota juga mengimbau warga agar menghindari bangunan tua dan tetap berada di area terbuka hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
Situasi ini menambah deretan peristiwa gempa yang mengguncang Turki dalam beberapa tahun terakhir, menegaskan kembali pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di kawasan rawan gempa seperti Istanbul.***