JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang Filipina selatan pada Senin pagi (8/6/2026), menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai lebih dari 130 lainnya.
Pusat gempa berada 13 km barat daya Kota General Santos, Mindanao, dengan kedalaman 6,2 mil menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina.
“Banyak bangunan yang terkena dampak, tetapi kami masih fokus pada operasi penyelamatan,” kata Robert Dagon dari kepolisian General Santos, dilansir The Guardian. Juru bicara pertahanan sipil Junie Castillo menambahkan, 12 orang masih hilang dan angka korban terus diverifikasi.
Video yang diverifikasi menunjukkan runtuhnya lantai atas restoran Jollibee dan dinding beton kompleks komersial di General Santos. Di Davao del Sur, sebagian bangunan sekolah menengah ambruk saat siswa berkumpul di luar. Minimarket di General Santos juga rusak parah dengan pecahan kaca berserakan.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik sempat mengeluarkan peringatan gelombang hingga 3 meter di pantai Filipina, serta 1 meter di Indonesia dan Malaysia, namun kemudian menyatakan ancaman telah berlalu. Warga diimbau mengungsi ke tempat aman dan menghindari bangunan rusak karena ancaman gempa susulan.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memastikan pusat evakuasi telah beroperasi dan memerintahkan penangguhan kegiatan sekolah di daerah terdampak. “Keselamatan anak-anak kita adalah yang utama,” tegasnya. Palang Merah Filipina juga memberikan dukungan psikologis kepada siswa yang trauma.
Filipina, yang berada di “Cincin Api” Pasifik, memang rawan gempa dan letusan gunung berapi, serta dilanda sekitar 20 topan setiap tahun.