JAKARTA – Komandan Markas Besar Hazrat Khatam al-Anbiya secara resmi mengumumkan dimulainya operasi balasan Iran setelah serangan Israel di Dahieh, Beirut, seperti dilaporkan IRNA, dilansir Senin (8/6/2026).
Menurutnya, Israel berulang kali melanggar gencatan senjata dan meningkatkan serangan terhadap Lebanon dengan dukungan Amerika Serikat serta kebungkaman organisasi Nasional.
Ia menegaskan Israel telah melanggar “semua garis merah” dengan memperluas serangan ke Lebanon selatan dan menargetkan kawasan Dahieh di Beirut. “Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika kejahatan di wilayah Dahieh di Beirut meluas, kami akan menyerang target di wilayah pendudukan,” kata komandan tersebut.
Komandan itu menambahkan, Israel harus menghentikan serangan terhadap Lebanon selatan dan Dahieh. Ia memperingatkan, jika Israel memperluas operasi atau menanggapi tindakan Iran, mereka akan menghadapi serangan yang “lebih menghancurkan” dan “serangan dahsyat” terhadap Israel serta para pendukungnya.