BOGOR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Bogor dan sekitarnya pada Kamis malam, 10 April 2025. Guncangan terasa di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, hingga Depok, dan dipicu oleh aktivitas Sesar Citarik.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dengan episenter di darat, tepatnya pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT, serta kedalaman hiposenter hanya 5 kilometer.
“Gempa ini memiliki mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip) yang khas dari aktivitas Sesar Citarik,” ujar Daryono dalam keterangan resmi, Jumat (11/4/2025).
Karakteristik dan Bukti Tektonik
Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa memiliki karakteristik tektonik yang kuat, terlihat dari catatan gelombang gempa di stasiun seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko). Gelombang S (shear) dengan frekuensi tinggi mengindikasikan bahwa gempa disebabkan oleh pergeseran sesar aktif.
“Strong shearing is a characteristic of tectonic earthquakes that occur when faults rupture and release energy,” jelas Daryono.
Episenter gempa berada tepat di jalur Sesar Citarik yang dikenal dengan mekanisme geser mengiri, sebagaimana diungkap dalam penelitian Sidarto (2008). Guncangan dirasakan dengan intensitas III–IV MMI, cukup kuat hingga membuat warga panik, namun hanya menyebabkan kerusakan ringan seperti retakan pada dinding rumah.
Suara Gemuruh Jadi Sorotan
Sejumlah warga melaporkan mendengar suara gemuruh dan dentuman bersamaan dengan guncangan. Menurut Daryono, ini wajar terjadi pada gempa dangkal.
“Very shallow earthquakes can produce rumbling or booming sounds that people can hear if they are close by. These sounds are caused by high-frequency vibrations from the earthquake,” terangnya.
Fenomena ini menjadi bukti tambahan bahwa gempa memiliki hiposenter yang sangat dangkal.
Gempa Susulan Terdeteksi
BMKG mencatat empat gempa susulan hingga Jumat pagi, 11 April 2025 pukul 06.00 WIB, dengan magnitudo kecil sebagai berikut:
- 23.12 WIB (M1,9)
- 23.14 WIB (M1,7)
- 01.04 WIB (M1,6)
- 01.38 WIB (M1,7)
Meskipun skalanya kecil, aktivitas ini menunjukkan bahwa sesar masih aktif. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya terhadap potensi kerusakan tambahan pada bangunan yang terdampak.
Imbauan untuk Warga
Daryono mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa seperti Bogor.
“Pastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar tahan gempa dan selalu siapkan rencana evakuasi,” pesannya.
Ia juga mengimbau warga agar tidak panik dan selalu mencari informasi dari sumber resmi seperti BMKG untuk menghindari hoaks.
Gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Bogor, yang berada di jalur sesar aktif, memiliki potensi seismik yang signifikan. Dengan pemahaman dan kesiapan yang baik, risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.