JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengungkapkan bahwa pengembangan taman dan fasilitas olahraga di Jakarta bertujuan untuk menciptakan ruang terbuka yang dapat mengakomodasi minat warga terhadap seni, budaya, dan olahraga. Menurut Pram, Jakarta memiliki “DNA” yang cenderung menyukai kegiatan yang bersifat terbuka, seperti pertunjukan dan aktivitas budaya.
“Karena saya tahu salah satu kelebihannya Jakarta itu DNA-nya. Genetiknya itu sebenarnya senang dengan sesuatu yang bersifat terbuka, pertunjukan, berkesenian, berkemudayaan,” ujar Pram di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk proyek penggabungan tiga taman di Jakarta Selatan, yakni Taman Leuser, Taman Langsat, dan Taman Ayodhya. Taman yang akan memiliki luas 6,5 hektare ini dirancang dengan berbagai fasilitas, mulai dari jogging track hingga amfiteater untuk pertunjukan seni dan hiburan.
“Makanya akan ada alternatif bagi saudara-saudara sekalian yang hobi olahraga, tidak semata-mata ke GBK, Velodrome atau JIS. Akan banyak ruang dan tempat untuk bisa berkesenian, berolahraga,” tambahnya.
Pram menargetkan proyek penggabungan taman ini selesai dan diresmikan pada Desember 2025. Ketiga taman ini, yang terletak dekat dengan kantor pusat ASEAN, diharapkan menjadi taman utama bagi kawasan ASEAN, mengingat Jakarta berperan penting dalam aktivitas regional.
“Tiga taman ini nanti kita hubungkan secara baik dan yang paling penting, akan saya pimpin sendiri untuk proses renovasi pembangunan. Tidak boleh setengah-setengah,” tegas Pram.
Menurutnya, fasilitas yang ada saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga renovasi ini sangat diperlukan. Dana untuk renovasi ketiga taman tersebut berasal dari dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB), yang sudah tersedia. Pram pun berharap pembangunan dapat dimulai pada pertengahan tahun ini.