JAKARTA – Harga emas Antam pada Lebaran 2026 tercatat tidak mengalami perubahan signifikan di tengah momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan pemantauan dari laman resmi Logam Mulia pada Sabtu (21/3/2026) pagi, harga emas Antam tetap bertahan di level Rp2.893.000 per gram.
Kondisi stagnan ini mencerminkan sikap pasar yang cenderung menunggu arah baru, terutama setelah pergerakan emas global yang relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir.
Nilai buyback atau harga jual kembali emas Antam juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap berada di angka Rp2.610.000 per gram.
Meski demikian, pelaku pasar diingatkan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar.
Dalam setiap transaksi penjualan emas batangan, terdapat potongan pajak yang mengacu pada kebijakan PMK Nomor 34/PMK.10/2017 yang berlaku untuk seluruh ukuran emas.
Penjualan kembali emas ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.
Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai transaksi buyback yang diterima oleh penjual.
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, PPh 22 juga diberlakukan sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.
Setiap transaksi pembelian emas disertai bukti potong pajak sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi perpajakan yang berlaku.
Adapun rincian harga emas Antam berdasarkan pecahan terbaru menunjukkan variasi nilai yang tetap stabil di seluruh ukuran.
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.496.500
- Harga emas 1 gram: Rp2.893.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.726.000.
- Harga emas 3 gram: Rp8.564.000.
- Harga emas 5 gram: Rp14.240.000.
- Harga emas 10 gram: Rp28.425.000.
- Harga emas 25 gram: Rp70.937.000.
- Harga emas 50 gram: Rp141.795.000.
- Harga emas 100 gram: Rp283.512.000.
- Harga emas 250 gram: Rp708.515.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.416.820.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.833.600.000.
Momentum Lebaran tahun ini memperlihatkan pasar emas domestik yang cenderung stabil tanpa lonjakan harga berarti.
Investor pun kini menanti sentimen baru yang dapat mendorong pergerakan harga emas dalam waktu dekat.***