JAKARTA – Hilangnya pesawat kargo K2 Airways di Pakistan mengungkap fakta menarik karena pesawat itu pernah menjadi bagian armada Garuda Indonesia.
Berdasarkan data Flightradar24, pesawat Boeing 737-400 dengan registrasi AP-BOI memiliki riwayat operasional yang panjang sejak pertama terbang pada 1999.
Awalnya pesawat tersebut digunakan sebagai pesawat penumpang milik Aeroflot sebelum bergabung dengan Garuda Indonesia pada 2004.
Setelah melayani penerbangan penumpang selama beberapa tahun, pesawat itu dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012.
Usai dimodifikasi, AP-BOI dioperasikan oleh TNT Airways dan ASL Airlines sebelum resmi bergabung dengan K2 Airways pada 2024.
Insiden terjadi saat pesawat mengoperasikan penerbangan KTA1732 dari Sharjah menuju Karachi pada Selasa, 7 Juli 2026.
Otoritas Pakistan menyebut pesawat hilang kontak ketika mendekati wilayah udara Karachi dengan membawa lima awak di dalamnya.
Hingga kini operasi pencarian masih berlangsung di kawasan Laut Arab untuk menemukan pesawat beserta seluruh awaknya.
Data awal Flightradar24 memperlihatkan pola penerbangan yang tidak normal sebelum sinyal pesawat menghilang.
Pesawat sempat kehilangan ketinggian, kembali menanjak, kemudian mengalami penurunan tajam sesaat sebelum kontak terputus.
Data terakhir diterima ketika pesawat berada di ketinggian sekitar 1.100 kaki atau sekitar 335 meter di atas permukaan laut.
Flightradar24 juga mencatat adanya gangguan sistem navigasi satelit atau GNSS tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Sharjah.
Setelah keluar dari area gangguan, sistem ADS-B kembali mengirimkan data hingga akhirnya komunikasi dengan pesawat terhenti.
“Konsultan keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse mengatakan, pola penurunan tersebut memang tidak biasa.”
“Namun, ia menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab insiden sebelum penyelidikan lebih lanjut dilakukan.”
Otoritas Bandara Pakistan telah mengaktifkan pusat koordinasi penyelamatan untuk mempercepat operasi pencarian.
Tim penyelamat dikerahkan ke perairan Laut Arab di sekitar Ormara, Provinsi Balochistan, sebagai lokasi fokus pencarian.
K2 Airways menyatakan terus berkoordinasi dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan dan seluruh instansi terkait.
Maskapai menegaskan upaya pencarian akan terus dilakukan hingga keberadaan pesawat serta lima awak di dalamnya diketahui.***