Lonjakan volume kendaraan memadati kawasan Jakarta Selatan sore ini. Akses jalan yang mengarah ke Taman Margasatwa (TM) Ragunan dari arah Jati Padang, Pasar Minggu, terpantau mengalami kemacetan parah pada Minggu (28/6/2026). Antrean kendaraan dilaporkan mengular panjang hingga mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Kemacetan horor ini terpantau sudah dimulai dari titik perempatan RSUD Pasar Minggu hingga menumpuk di pintu gerbang utama masuk TM Ragunan. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa harus melaju merayap demi bisa memasuki area wisata favorit tersebut.
Ragam Kendaraan Terjebak, Jalur Sebaliknya Lengang
Seluruh moda transportasi tampak mengantre di lajur yang sama. Mulai dari mobil pribadi, rombongan bus pariwisata besar, hingga armada bus Transjakarta tidak berkutik di tengah kepungan kemacetan.
Pengendara Motor terlihat saling berebut ruang dan memanfaatkan celah-celah sempit di antara bodi mobil untuk tetap bisa melaju.
Transjakarta & Bus Wisata harus ekstra sabar mengekor antrean kendaraan yang mengular. Berbanding terbalik, arus lalu lintas dari arah pintu keluar Ragunan menuju Pasar Minggu justru terpantau jauh lebih lengang dan lancar.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang asongan lokal yang berjejer di sepanjang trotoar untuk menjajakan tikar lipat hingga air mineral kemasan kepada para pengunjung yang kelelahan di dalam kemacetan. Di sisi lain, Terminal Ragunan juga dipadati oleh rombongan warga yang baru selesai berwisata dan sedang menunggu jemputan.
Kemacetan masif ini merupakan efek domino dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka menyemarakkan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Pihak pengelola TM Ragunan menggratiskan tiket masuk bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) selama dua hari penuh, yaitu pada 27–28 Juni 2026. Karena hari ini merupakan hari terakhir masa berlaku tiket gratis, warga dari berbagai penjuru ibu kota langsung berbondong-bondong memadati lokasi, yang puncaknya memicu kelumpuhan arus lalu lintas sejak siang hingga sore hari. Bagi Anda yang hendak melintasi kawasan ini, disarankan untuk mencari jalur alternatif lain.