Kabar revolusioner datang dari dunia perhajian tanah air. Menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kini tengah menggodok skema ambisius agar umat Muslim di Indonesia bisa berangkat ke Tanah Suci tanpa harus mengantre puluhan tahun.
Penantian panjang umat Muslim Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima kini mendapatkan secercah harapan baru. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah merumuskan cara agar masyarakat bisa berangkat haji tanpa terjebak dalam daftar tunggu yang melelahkan.
“Presiden menginginkan agar kita memikirkan cara agar haji bisa dilakukan tanpa antre. Itulah yang sedang kami rumuskan saat ini,” tegas Dahnil di kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Melawan Realita Antrean 26 Tahun
Langkah ini menjadi sangat mendesak mengingat data per Januari 2026 menunjukkan daftar tunggu haji Indonesia telah menembus angka fantastis: 5,6 juta jemaah. Dengan kuota tahunan sekitar 203.320 orang, rata-rata jemaah harus bersabar selama 26,4 tahun sebelum bisa terbang ke Makkah.
Yang memprihatinkan, dari jutaan pengantre tersebut, terdapat sekitar 677.000 jemaah lanjut usia yang sangat membutuhkan prioritas. Dahnil menyebut, meski antrean terpanjang kini sudah berhasil ditekan dari 48 tahun menjadi 26 tahun, Presiden ingin perubahan yang lebih radikal.
Waspada Jebakan “Haji T-Nol”
Di tengah kabar gembira mengenai rencana skema baru ini, Dahnil memberikan peringatan keras. Masyarakat diminta tidak tergiur tawaran “Haji Tanpa Antre” (Haji T-Nol) yang marak beredar di media sosial, karena dipastikan itu adalah penipuan.
Kemenhaj juga menegaskan dua poin penting untuk tahun 2026:
-
Visa Furoda Ditiadakan: Pemerintah Arab Saudi resmi tidak menerbitkan visa haji furoda untuk tahun ini.
-
Satgas Haji Ilegal: Pemerintah dan Polri telah membentuk satuan tugas khusus untuk menyikat praktik haji ilegal yang merugikan jemaah.
Sembari merumuskan skema “Tanpa Antre” untuk masa depan, pemerintah tetap fokus pada keberangkatan tahun ini. Kelompok terbang (Kloter) pertama dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026.
Skema baru yang sedang digodok ini diharapkan menjadi solusi “jalan tengah” yang mampu melindungi hak jemaah yang sudah lama mengantre, sekaligus menciptakan sistem yang lebih efisien bagi generasi mendatang.