TEHERAN, IRAN – Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F-35 milik Israel di wilayah udara dekat Teheran, memicu gelombang ketegangan baru antara kedua negara. Kejadian ini bukan hanya memperkeruh konflik yang sudah lama berlangsung, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap kemampuan sistem pertahanan Iran.
Media lokal Iran, dikutip oleh Al Jazeera, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara negara itu berhasil mendeteksi dan menghancurkan pesawat tempur canggih tersebut. “Jet tempur Israel yang melanggar wilayah udara kami telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara kami di dekat ibu kota,” kata sumber militer Iran, Rabu 18 Juni 2025.
Hingga kini, pihak militer Israel belum memberikan konfirmasi resmi atas klaim tersebut. Seorang juru bicara Angkatan Bersenjata Israel atau IDF menyatakan, “Kami sedang meninjau laporan tersebut tetapi tidak ada konfirmasi mengenai kehilangan aset udara kami.” Pernyataan ini memicu spekulasi di kalangan analis pertahanan internasional mengenai validitas informasi dan potensi konsekuensinya.
Latar Belakang Ketegangan
Hubungan Iran dan Israel telah lama diliputi konflik, terutama menyangkut isu nuklir dan pengaruh militer di kawasan. Dalam beberapa bulan terakhir, serangkaian serangan udara yang dikaitkan dengan Israel terjadi di Suriah dan di dekat fasilitas nuklir Iran. Pesawat F-35, yang dikenal sebagai pesawat tempur berteknologi siluman, merupakan andalan Israel dalam misi pengintaian dan serangan presisi.
“F-35 dirancang untuk menghindari deteksi radar. Jika Iran mampu menembaknya, ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi pertahanan udara mereka,” ujar Dr Ahmad Reza, analis militer dari Universitas Pertahanan Nasional.
Dampak terhadap Stabilitas Kawasan
Insiden ini terjadi di tengah proses diplomatik yang rapuh terkait kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat. Sejumlah pengamat menyebut bahwa eskalasi ini bisa menggagalkan negosiasi yang tengah berlangsung dan memperbesar risiko konfrontasi militer terbuka.
Sumber militer Iran kembali menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan menoleransi pelanggaran kedaulatan udara. “Jet tempur Israel yang melanggar wilayah udara kami telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara kami di dekat ibu kota,” ujarnya.
Reaksi Internasional
Komunitas global saat ini menunggu pernyataan resmi dari kedua belah pihak. Amerika Serikat sebagai sekutu utama Israel dan pemasok utama F-35 belum memberikan komentar. Di sisi lain, Rusia dan Tiongkok dilaporkan terus memantau perkembangan ini karena potensi dampaknya terhadap keseimbangan strategis di kawasan Timur Tengah.
Sementara Israel belum mengonfirmasi kehilangan jet tempurnya, banyak pihak bertanya-tanya apakah ini menjadi bukti peningkatan kapabilitas Iran dalam melawan teknologi siluman seperti F-35. Beberapa analis menduga insiden ini bisa menjadi titik balik dalam dinamika militer regional.