JAKARTA – Iran menegaskan sikap keras terhadap potensi serangan Amerika Serikat. Penasihat senior Pemimpin Tertingggi Iran, Ali Shamkhani, menyatakan Teheran memandang AS dan Israel sebagai satu kesatuan meliter. “Jika AS menyerangm, Israel pasti akan ikut serta,” ujarnya pada Al Mayadeen, yang dikutip Selasa (3/2/2026).
Shamkhani juga menegaskan bahwa Iran tidak akan memindahkan material nuklir yang dimilikinya, namun terbuka untuk menurunkan tingkat pengayaan uranium dari 60 persen menjadi 20 persen.
Iran dan AS Akan Bernegosiasi
Sebelumnya, media Iran melaporkan kemungkinan dimulainya negosiasi antara Teheran dan Washington dalam beberapa hari mendatang. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dan utusan khusus AS, Steve Witkoff disebut akan menjadi negosiator utama.
Pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa “armada besar” sedang menuju Iran. Ia berharap Teheran bersedia bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan “adil dan merata” yang mencakup penghentian total program senjata nuklir. Trump juga memperingatkan, jika kesepakatan tidak tercapai, serangan AS di masa depan terhadap Iran akan “jauh lebih buruk” dibandingkan sebelumnya.