JAKARTA – Iran pada Kamis (9/4/2026) mengumumkan rute alternatif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, dengan alasan adanya risiko ranjau laut di jalur utama perairan vital tersebut.
Garda Revolusi Iran menyampaikan, “Semua kapal yang bermaksud melintasi Selat Hormuz dengan ini diberitahu bahwa untuk mematuhi prinsip-prinsip keselamatan maritim dan untuk terlindungi dari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut… mereka harus mengambil rute alternatif untuk lalu lintas di Selat Hormuz.” Pernyataan itu juga memuat petunjuk mengenai jalur masuk dan keluar baru, dilansir dari Hurriyet Daily News.
Teheran sebelumnya sepakat membuka kembali selat tersebut untuk sementara sebagai bagian dari gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat. Kesepakatan dicapai pada Selasa malam, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Donald Trump untuk menghancurkan Republik Islam jika tuntutan pembukaan jalur tidak dipenuhi.
Sejak awal Maret, Iran secara efektif menutup jalur pelayaran utama, yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak dunia, sehingga memicu lonjakan harga energi global.