JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan konflik dengan Iran mendekati kesimpulan. Ia menegaskan tidak mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata yang saat ini berlaku.
Trump menyebut hari-hari mendatang akan sangat menentukan. Ia mengisyaratkan bahwa akhir konflik bisa dicapai melalui kesepakatan atau tindakan militer yang menargetkan kemampuan Iran, dengan menekankan bahwa kesepakatan tetap menjadi pilihan utama.
“Saya rasa Anda akan menyaksikan dua hari yang luar biasa ke depan,” katanya kepada ABC News, dilansir Rabu (15/4/2026). Trump juga mengklaim elemen garis keras telah dieliminasi. “Apa pun yang terjadi, kami telah menyingkirkan kaum radikal. Mereka telah pergi, tidak lagi bersama kita.”
Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump berulang kali menggambarkan perang sebagai hampir berakhir. “Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Maksud saya, saya menganggapnya sudah sangat dekat dengan akhir,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa menghentikan operasi mendadak bisa melemahkan Iran selama bertahun-tahun, namun menekankan Teheran tampak ingin mencapai kesepakatan.
“Jika saya pindah sekarang juga, mereka butuh 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kita belum selesai,” kata Trump. “Saya rasa mereka sangat ingin mencapai kesepakatan.”
Gencatan senjata dua pekan yang ditengahi Pakistan pada 8 April masih berlaku, meski perundingan di Islamabad akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Sebagai tekanan, AS memberlakukan blokade angkatan laut di sekitar Iran, menargetkan kapal di pelabuhan dekat Selat Hormuz.
Trump menyebut pembicaraan dapat segera dimulai kembali, dengan kemungkinan dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan.