JAKARTA – Israel dikabarkan mengancam akan merebut waduk-waduk air kuno di dekat Betlehem, sebuah langkah yang dinilai sebagai eskalasi dalam kampanye penguasaan wilayah Tepi Barat sekaligus narasi sejarah Timur Tengah.
Dilansir The Guardian, Minggu (19/7/2026), ancaman itu mencuat sejak Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, pada Mei lalu secara terbuka menyatakan akan “menghapus” perjanjian yang mengukuhkan kepemilikan Palestina atas Solomon’s Pools lebih dari 30 tahun silam. Sejak saat itu, pemukim dan pasukan Israel meningkatkan kehadiran di sekitar situs bersejarah tersebut.
Kolam-kolam peninggalan abad ke-2 SM itu dibangun ulang oleh bangsa Romawi seabad kemudian sebagai proyek rekayasa besar untuk memasok air ke Yerusalem. Pada masa Ottoman, waduk monumental ketiga ditambahkan, lengkap dengan benteng pengaman. Era Mandat Inggris (1923–1948) kemudian memodernisasi sistem dengan pipa dan pompa logam.
Kini, stasiun pompa dari era Mandat yang terbuat dari batu pucat terbengkalai, sementara kolam-kolam yang kedalamannya mencapai lebih dari 10 meter tak lagi menyalurkan air ke Yerusalem. Sebaliknya, kawasan tersebut menjadi ruang rekreasi bagi warga sekitar. Anak-anak dari desa Artas dan al-Khader kerap berenang di kolam tengah, sementara para pria memancing di dekat benteng tua yang masih berdiri.