JAKARTA – Tentara Iran melancarkan dua serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait, menurut laporan Press TV yang mengutip pernyataan militer, Minggu (19/7/2026). Serangan itu disebut sebagai balasan atas rangkaian operasi militer AS terhadap Iran sejak awal Juli.
Target serangan Iran meliputi depot amunisi pasukan darat AS di Camp Al-Udeiri serta sistem radar Patriot dan radar pengawasan udara di Pangkalan Udara Ali al-Salem. Serangan dilakukan menggunakan drone.
Sebelumnya, Komando Pusat AS mengumumkan dimulainya serangan terhadap Iran sebagai respons atas dugaan tindakan Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Padahal, pada 18 Juni lalu, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman jarak jauh yang menjamin berakhirnya konflik militer. Namun, eskalasi kembali terjadi setelah serangan-serangan terbaru dilancarkan kedua pihak.