JAKARTA – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan lebih dari 50.000 personel militer AS saat ini ditempatkan di berbagai titik di Timur Tengah.
“Lebih dari 50.000 pria dan wanita AS berseragam beroperasi di seluruh Timur Tengah. Mereka tetap sangat waspada, fokus, mematikan, dan siap,” tulis CENTCOM dalam pernyataan di X pada Minggu (19/7/2026).
Sebelumnya, Iran dan AS sempat menandatangani memorandum pada 18 Juni yang menyerukan diakhirinya konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Teheran menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata dan membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di sejumlah negara Timur Tengah. Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump pada 9 Juli menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.