JAKARTA – Pensiunan kolonel Angkatan Udara AS sekaligus mantan analis Pentagon, Karen Kwiatkowski, menilai intrik Israel tidak bisa diabaikan dalam dinamika politik dan intelijen Amerika Serikat.
Dilansir Sputnik, Rabu (24/6/2026), ia menyebut pemutusan hubungan kerja di Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) terjadi setelah pengunduran diri Tulsi Gabbard dari Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC).
“Pembersihan badan intelijen memungkinkan Kongres yang didanai AIPAC untuk menempatkan kader-kader yang pro-Israel ke posisi-posisi intelijen kunci,” kata Kwiatkowski.
Menurutnya, seluruh cabang ODNI akan terdampak, terutama unit yang dianggap “telah memberikan pelayanan buruk kepada Trump” terkait Timur Tengah dan perang Ukraina-Rusia. Ia menambahkan, “Ada kemungkinan bahwa departemen-departemen ini akan menjadi semakin pro-Israel – terutama karena AIPAC di bawah arahan Israel akan mencalonkan mantan militer Israel yang berkualifikasi baik dan sekutu mereka.”


