Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pada Kamis malam, 12 Maret 2026, terus bergulir dengan perkembangan signifikan.
Polda Metro Jaya telah berhasil mengidentifikasi pergerakan pelaku melalui analisis digital mendalam dan rekaman CCTV dari berbagai titik di Jakarta. Penyelidikan ini mengindikasikan bahwa serangan tersebut bukan aksi spontan, melainkan terencana dan dilakukan oleh pelaku yang terlatih.
Berdasarkan keterangan resmi dari Polda Metro Jaya (update Senin, 16 Maret 2026), berikut poin-poin utama temuan polisi:
1. Pelaku Tenang dan Diduga Terlatih
Polisi menyebut para pelaku sangat tenang dan diduga terlatih. Ketengahan ini terlihat dari cara mereka bergerak secara sistematis dari satu titik ke titik lain, hingga eksekusi serangan. Mereka tampak profesional dalam menghindari deteksi, tidak menunjukkan tanda panik, dan langsung kabur setelah aksi tanpa meninggalkan jejak signifikan di TKP.
2. Modus Operandi
Korban telah dibuntuti sejak dari Jakarta Selatan. Pelaku sempat berkumpul di sekitar Stasiun Gambir, melingkari kawasan Monas, hingga menunggu korban di depan KFC Cikini saat Andrie sedang mengisi bensin. Ini menunjukkan pemantauan ketat dan koordinasi yang matang sebelum aksi dilakukan.
3. Kronologi Kejadian
Aksi penyiraman terjadi tepat pukul 23.37 WIB di persimpangan Jalan Talang, Salemba I, Jakarta Pusat. Pelaku berjumlah empat orang yang mengendarai dua sepeda motor.
Salah satu pelaku menyiramkan cairan keras ke bagian depan tubuh korban (wajah, dada, tangan kanan-kiri, dan mata) saat Andrie melintas sendirian dengan motor setelah menyelesaikan rekaman podcast di Kantor YLBHI.
Tema podcast tersebut adalah “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Tidak ada barang korban yang dirampas, memperkuat dugaan ini adalah aksi teror terencana.
4. Rute Pelarian
Setelah beraksi, kedua motor pelaku berpencar ke arah berbeda untuk menghindari pengejaran:
- Motor 1: Melawan arus menuju Senen, Gondangdia, hingga berakhir di Jakarta Selatan.
- Motor 2: Melaju lurus ke arah Matraman, Jatinegara, hingga kawasan Jakarta Timur.
Polisi terus menganalisis CCTV lanjutan dan barang bukti seperti helm yang ditemukan di dekat TKP untuk melacak identitas pelaku. Kasus telah naik ke tahap penyidikan sejak 14 Maret 2026, dengan dugaan percobaan pembunuhan.
Polda Metro Jaya membentuk tim khusus dan berjanji mengusut tuntas, termasuk kemungkinan aktor intelektual di baliknya.
Kondisi Korban dan Respons Luas
Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RSCM dengan luka bakar sekitar 24% tubuh, terutama area mata, wajah, dada, dan tangan. Ia sempat menjalani operasi untuk menyelamatkan jaringan mata dan kini stabil tapi belum bisa dibesuk.
Insiden ini menuai kecaman keras. PBB (Komisaris Tinggi HAM Volker Türk) menyebut serangan ini “mengerikan” dan menuntut pengusutan tuntas.
Komisi III DPR RI menggelar rapat khusus dan mendesak Polri bertindak cepat, transparan, serta profesional. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri untuk menuntaskan kasus ini.
KontraS, YLBHI, dan koalisi masyarakat sipil menilai ini upaya pembungkaman pembela HAM, terkait advokasi Andrie soal kekerasan negara dan revisi UU TNI.
Polda Metro Jaya juga memperingatkan masyarakat agar tidak percaya foto wajah pelaku yang beredar di media sosial, karena itu hoaks hasil rekayasa AI. Penyelidikan masih berlangsung, dan polisi berupaya menangkap pelaku secepat mungkin.