JAKARTA – Penyerang andalan Vinícius Júnior akhirnya buka suara menjelang laga krusial perempat final UEFA Champions League melawan Bayern Munich dengan menyoroti hubungan spesialnya dengan pelatih anyar.
Dalam sesi konferensi pers di Valdebebas, bintang Real Madrid itu menegaskan bahwa kedekatannya dengan Álvaro Arbeloa mengingatkannya pada hubungan yang pernah ia jalin bersama Carlo Ancelotti.
Mengutip laporan SB Nations, Senin (6/4/2026) ia menyebut kejelasan arahan dari pelatih menjadi kunci performanya di lapangan sekaligus menjaga konsistensi kontribusi bagi tim.
Meski tengah mengalami periode tanpa gol yang cukup panjang, Vinícius menegaskan situasi tersebut menjadi pelajaran penting dalam perjalanan kariernya sebagai pemain top.
Ia percaya bahwa setiap pemain hebat selalu memiliki fase sulit sebelum kembali bangkit lebih kuat dan lebih tajam di pertandingan berikutnya.
Menghadapi Bayern Munich, Vinícius menilai dukungan suporter akan menjadi faktor krusial yang bisa mengubah jalannya pertandingan di level tertinggi Eropa.
Menurutnya, pengalaman Real Madrid dalam laga besar menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan dari tim sekelas Bayern.
Ia juga mengakui performa tim sempat menurun, seperti saat menghadapi Mallorca, yang dipengaruhi faktor kebugaran usai jeda pertandingan.
Vinícius menekankan bahwa intensitas maksimal menjadi syarat mutlak untuk memenangkan pertandingan di level elite.
Terkait masa depannya, pemain asal Brasil itu memberi sinyal kuat ingin bertahan lama di Santiago Bernabéu.
Ia mengaku merasa tenang karena mendapat kepercayaan penuh dari manajemen klub dan membuka peluang memperpanjang kontrak dalam waktu dekat.
Soal hubungannya dengan Kylian Mbappé, Vinícius membantah berbagai spekulasi miring yang beredar.
Ia justru menilai kehadiran Mbappé membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri tim melalui kontribusi gol.
“Orang-orang mengatakan berbagai hal. Kylian ada di sini untuk membantu kami; gol-golnya memberi kami kepercayaan diri.”
“Kami harus berada di pemahaman yang sama besok. Ini adalah pertandingan yang sulit di mana para pemain top membuat perbedaan, dan Mbappé adalah salah satunya,” ungka Vinicius.
Vinícius juga menanggapi kritik terkait kontribusi bertahan dirinya dan Mbappé dengan santai.
Ia menegaskan bahwa fokus utama pemain adalah mengikuti instruksi pelatih dan terus berkembang tanpa terpengaruh komentar eksternal.
Di sisi lain, ia turut menyinggung isu rasisme yang masih menjadi masalah serius dalam sepak bola modern.
Vinícius berharap semakin banyak pemain berani bersuara agar diskriminasi bisa ditekan dan tidak lagi menjadi hambatan bagi generasi berikutnya.
Ia juga mengakui pernah melakukan kesalahan emosional saat ditarik keluar dalam laga El Clásico era Xabi Alonso.
Namun, ia menjadikan momen tersebut sebagai pembelajaran penting untuk meningkatkan kedewasaan sebagai pemain profesional.
Kabar baik datang dari ruang ganti Real Madrid dengan kembalinya Éder Militão dari cedera.
Vinícius menyebut kehadiran Militão sebagai dorongan besar bagi kekuatan lini belakang tim.
Ia optimistis Real Madrid akan tampil lebih solid dengan kembalinya sejumlah pemain penting jelang laga krusial Liga Champions.
Laga Real Madrid vs Bayern Munich berlangsung Santiago Bernabeu, Rabu (8/4/2026) pukul 02.00 WIB.***