BERLIN, JERMAN – Angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr, mencatat lonjakan signifikan dalam perekrutan dengan menambah lebih dari 13.700 tentara baru sejak Januari hingga Juli 2025. Peningkatan ini, yang mencapai 28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh kekhawatiran Berlin terhadap potensi ancaman invasi dari Rusia.
Langkah ini menjadi sorotan di tengah ketegangan geopolitik Eropa yang kian memanas.
Menurut Kementerian Pertahanan Jerman, ribuan personel baru tersebut bergabung dengan berbagai cabang militer, termasuk Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut.
“Ini adalah peningkatan tahunan tertajam dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap seorang pejabat kementerian, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan nasional menghadapi apa yang disebut Berlin sebagai “ancaman” dari Rusia.
Di sisi lain, Moskow dengan tegas membantah spekulasi bahwa mereka berencana menyerang negara-negara NATO, menyebut tuduhan tersebut sebagai “omong kosong”. Namun, ketegangan antara Rusia dan aliansi Barat terus meningkat, terutama setelah konflik berkepanjangan di Ukraina dan manuver militer Rusia di wilayah perbatasan.
Saat ini, Bundeswehr memiliki sekitar 182.000 tentara aktif dan 81.000 staf sipil. Peningkatan jumlah personel ini mencerminkan strategi Jerman untuk memperkuat postur pertahanannya, termasuk rencana latihan militer besar-besaran NATO di Hamburg pada September mendatang.
Latihan tersebut akan melibatkan 800.000 pasukan untuk mensimulasikan pengerahan ke negara-negara Baltik dan Polandia, menunjukkan kesiapan aliansi menghadapi potensi konflik.
Perekrutan besar-besaran ini juga mencerminkan perubahan sikap masyarakat Jerman terhadap isu keamanan.
“Kami melihat kesadaran yang meningkat di kalangan warga untuk berkontribusi pada pertahanan negara,” kata seorang juru bicara Bundeswehr. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jerman sebagai salah satu pilar pertahanan NATO di Eropa.
Sementara itu, dinamika di Eropa Timur terus memicu diskusi global. Jerman, bersama negara-negara NATO lainnya, berupaya menyeimbangkan diplomasi dan kesiapan militer di tengah situasi yang tidak menentu.
Dengan fokus pada modernisasi militer dan peningkatan jumlah pasukan, Berlin menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kawasan.