JAKARTA – Erspo, merek yang baru saja meluncurkan jersey tim nasional untuk tahun 2025 dua pekan lalu di Amsterdam, kini menghadapi masalah terkait beredarnya produk bajakan. Beberapa pemain timnas diaspora turut berpartisipasi dalam kampanye iklan seragam baru tersebut, namun sebelum produk asli resmi dijual pada pertengahan Februari, versi tiruannya sudah banyak muncul di pasar online dengan harga yang lebih terjangkau, bahkan ada yang dijual di bawah Rp100 ribu.
Meskipun harga lebih murah, kualitas jersey bajakan ini tentu jauh berbeda, baik dari segi bahan, sablon, maupun detail lainnya. Menanggapi hal ini, Muhammad Sadad, pemilik Erspo, sebelumnya pernah mengungkapkan perasaannya tentang fenomena pembajakan ini seperti dilansir dari Republika.
Saat ditanya mengenai sikap Erspo terhadap produk bajakan, Sadad mengungkapkan bahwa pada awalnya mereka sempat bekerja sama dengan Regas Sport untuk menjalin hubungan dengan para reseller kostum timnas. Menurutnya, kolaborasi ini dinilai sebagai solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Namun, ia mengakui kekecewaannya atas beredarnya jersey bajakan tersebut. “Kalau ditanya bagaimana perasaan, ya… sedih juga,” ujar Sadad. Ia menambahkan bahwa Erspo telah berusaha memberikan royalti kepada pemain dan memenuhi komitmen dengan PSSI, yang memerlukan dana tidak sedikit.
Meski Sadad enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait masalah pembajakan ini, ia menegaskan bahwa Erspo sudah menyiapkan wadah khusus dan menawarkan diskon bagi para reseller yang tertarik menjual jersey resmi original. Namun, pendekatan ini tampaknya belum cukup menarik minat banyak pedagang kostum timnas.