JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada Kamis, (5/2/2026), di Istana Negara, Jakarta Pusat. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.
Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono, yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengangkatan ini menandai masuknya ekonom senior dengan pengalaman panjang di bidang moneter dan keuangan negara ke dalam jajaran Kementerian Keuangan. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter di tengah tantangan ekonomi global.
Latar Belakang Pribadi
Juda Agung lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 16 Agustus 1964. Ia menikah dengan Miryana dan dikaruniai tiga anak, yakni Irham, Zaki, dan Zafira. Dikenal sebagai teknokrat moneter yang rendah hati, Juda memiliki rekam jejak panjang di Bank Indonesia serta pengalaman di lembaga keuangan internasional.
Pendidikan
Latar belakang pendidikan Juda Agung mencerminkan perpaduan disiplin ilmu pertanian dan ekonomi. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 4 Surakarta pada 1983, kemudian meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987.
Pendidikan lanjut ditempuh di University of Birmingham, Inggris, dengan meraih gelar Magister (S2) bidang Money, Banking, and Finance pada 1995 dengan predikat distinction, serta gelar Doktor (S3) bidang Ekonomi pada 1999. Disertasinya berjudul Financial Deregulation and Monetary Policy in Indonesia. Selain itu, ia mengikuti berbagai program pendidikan eksekutif di institusi ternama seperti Harvard University, University of Virginia Darden School of Business, Kellogg School of Business Northwestern University, Kiel University, dan Hitotsubashi University.
Jejak Karier
Karier profesional Juda Agung dimulai di Bank Indonesia pada akhir 1980-an sebagai analis ekonomi. Pada periode 1992–1993, ia bertugas sebagai Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda. Sepulangnya ke Indonesia, ia menempati berbagai posisi strategis di BI, mulai dari peneliti ekonomi, Staf Gubernur BI, hingga pejabat struktural di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Pada Februari 2014, Juda dilantik sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Direktur Eksekutif IMF mewakili Indonesia (2017–2019), serta Asisten Gubernur BI bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial sejak 2020.
Puncak kariernya di BI ditandai dengan pelantikan sebagai Deputi Gubernur BI pada 6 Januari 2022 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021, jabatan yang diembannya hingga 19 Januari 2026. Sejak September 2025, ia juga merangkap sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan pengalaman luas di BI dan IMF, Juda dikenal fokus pada stabilitas sistem keuangan, kebijakan makroprudensial, serta sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal. Hal ini dinilai menjadi bekal penting dalam menjalankan peran barunya sebagai Wamenkeu.
Publikasi dan Kontribusi
Juda Agung aktif dalam riset dan penulisan kebijakan ekonomi. Sejumlah karya ilmiahnya antara lain Managing Monetary and Financial Stability in a Dynamic Global Environment (2016), Sustainable Economic Growth: Challenges and Policy Strategy (2016), Monetary Transmission Mechanism in Indonesia (2002), serta berbagai publikasi lain terkait deregulasi keuangan, stabilitas moneter, dan sistem keuangan.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir saat menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Juda Agung tercatat melaporkan kekayaannya secara transparan. Meski rincian terbaru tidak dicantumkan dalam artikel ini, ia dikenal memiliki rekam jejak integritas yang baik. Informasi detail dapat diakses melalui situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pelantikan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan disambut positif oleh kalangan ekonom. Ia diharapkan mampu mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional, mulai dari pengelolaan defisit anggaran, pengendalian inflasi, hingga menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menuju visi Indonesia Maju.