Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut memeriahkan gelaran Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dengan menjajal kategori 10K pada Minggu (25/10/2026). Pramono secara terbuka mengaku sempat kewalahan menaklukkan rute lari di tengah riuhnya jalanan ibu kota.
Kendati demikian, rasa lelah tersebut terbayar tuntas oleh antusiasme warga dan antrean peserta yang menyapanya di sepanjang lintasan.
“Saya sebenarnya kalau mau jujur udah engap-engapan. Tetapi yang membuat semangat pertama itu cheering-nya warga, yang kedua memang yang minta foto banyak banget! Tapi saya sungguh sangat menikmati dan selamat kepada penyelenggara JRF,” ujar Pramono usai menembus garis finish.
Gagal Ukir Rekor Pribadi (Personal Best)
Pramono berhasil menuntaskan kategori 10K dengan catatan waktu 1 jam 49 menit. Meski berhasil menembus garis penamat, pencapaian tersebut belum mampu melampaui rekor waktu terbaik (Personal Best/PB) yang pernah ia ukir pada ajang perlombaan lari sebelumnya.
“Saya finish 1 jam 49 menit. Enggak PB, dulu pernah 1 jam 32 menit,” ungkap Gubernur berdarah Jawa tersebut.
Selain menceritakan keseruannya menyapa warga di lintasan, Pramono memberikan sorotan khusus terhadap Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta sepanjang berlangsungnya JRF 2026.
Ia mengapresiasi kondisi udara ibu kota yang tergolong bersahabat saat puluhan ribu pelari dilepas di garis start.
“Yang paling saya senang adalah saat start tadi. Waktu kategori Full Marathon dilepas, polusi udara kita berada di angka 65–66. Kemudian waktu kategori 10K mulai berlari, berada di sekitar angka 81. Ini kondisi yang sangat mendukung bagi para pelari,” pungkasi Pramono.