JAKARTA – Transjakarta merampungkan penyusunan Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi untuk memperkuat sistem keselamatan melalui pengukuran kesiapan fisik dan mental pengemudi.
Penyusunan standar tersebut dibahas dalam Forum Diseminasi Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi yang digelar pada Senin (27/7/2026). Proses penyusunannya melibatkan Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) serta Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia (APKI-HIMPSI), bersama berbagai pemangku kepentingan di bidang transportasi dan kesehatan.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, penyusunan standar tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem keselamatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pramudi yang berhadapan langsung dengan pengguna layanan setiap hari.
“Keselamatan merupakan prioritas utama kami. Kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh armada dan infrastruktur yang andal, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan psikologis pramudi sebagai ujung tombak pelayanan,” ujar Welfizon.
Menurutnya, standar yang sedang disusun tidak hanya akan digunakan saat proses seleksi calon pramudi. Ke depan, dokumen tersebut akan menjadi pedoman dalam seluruh siklus pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari rekrutmen, pelatihan, pembinaan, hingga penentuan status *fit to work* sebelum menjalankan tugas.
Standar tersebut juga akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pelatihan di TJ Academy agar seluruh pramudi memperoleh pembinaan yang mengacu pada parameter kesehatan dan psikologi yang sama.
Welfizon menjelaskan, penyusunan standar tersebut sejalan dengan penerapan prinsip *Swiss Cheese Model* dalam sistem keselamatan transportasi. Melalui pendekatan tersebut, potensi terjadinya insiden dicegah dengan menghadirkan sejumlah lapisan pengendalian, mulai dari penggunaan teknologi, kelaikan armada, prosedur operasional, pengawasan, kompetensi personel, hingga kondisi kesehatan dan kesiapan psikologis pramudi.
Dalam penyusunan standar psikologi, Ketua APKI-HIMPSI Sali Rahadi Asih menekankan pentingnya penggunaan instrumen yang memiliki validitas tinggi agar hasil pemeriksaan benar-benar mencerminkan kondisi psikologis pramudi.
Ia juga menilai keamanan materi tes dan pengelolaan data secara terpusat menjadi aspek penting untuk menjaga objektivitas hasil pemeriksaan.
“Standar psikologi ini diharapkan tidak hanya menjadi alat seleksi, tetapi juga menjadi dasar evaluasi berkala dan pengembangan kompetensi pramudi secara berkelanjutan,” kata Sali.
Sementara itu, Ketua PERDOKI Agustina Puspitasari menjelaskan bahwa standar kesehatan yang tengah disusun akan menjadi acuan dalam penilaian *fit to drive*. Penerapannya mencakup pemeriksaan kesehatan harian, *medical check up* (MCU) sebelum bekerja, pemeriksaan berkala, pemeriksaan khusus, hingga pemeriksaan pada akhir masa kerja.
Ia mengatakan ruang lingkup standar tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mencakup pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, serta paliatif sebagai bagian dari pengelolaan kesehatan kerja pramudi secara menyeluruh.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati berharap standar yang sedang disusun dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh operator yang bekerja sama dengan Transjakarta.
“Kami berharap standar ini dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh mitra operator sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan transportasi publik,” ujarnya.
Forum penyusunan standar tersebut turut dihadiri Komisaris Utama Transjakarta Zudan Arif Fakrulloh, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, perwakilan Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kepolisian Daerah Metro Jaya, manajemen mitra operator, akademisi, instruktur, *Safety Agent*, serta perwakilan pramudi.
Masukan dari regulator, organisasi profesi, akademisi, aparat penegak hukum, dan mitra operator akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi diterapkan secara bertahap di lingkungan Transjakarta.
Berita ini menggunakan angle pada **penguatan standar kesehatan dan psikologi pramudi sebagai langkah peningkatan keselamatan transportasi publik**, sehingga fokus pada substansi kebijakan, bukan pada aspek seremoni kegiatan. Judul juga telah dioptimalkan agar padat, relevan, dan SEO-friendly tanpa terkesan promosi.


