JAKARTA – Kinerja keuangan dan layanan digital menjadi sorotan dalam Top Digital Financial Award dan Chief Financial Officer (CFO) Award 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Jasaraharja Putera meraih dua penghargaan dalam ajang tersebut.
Dalam Top Digital Financial Award 2026, Jasaraharja Putera menempati peringkat keempat untuk kelompok perusahaan dengan ekuitas Rp1 triliun hingga Rp2 triliun. Sementara pada kategori CFO Award 2026, penghargaan diberikan kepada Direktur Teknik yang juga menjabat Direktur Keuangan, Umum, dan SDM Jasaraharja Putera, Suhardiman.
Capaian pada kategori digital tersebut tidak hanya didasarkan pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada pengalaman dan tingkat kepercayaan pengguna terhadap layanan keuangan digital. Penilaian dilakukan PT Pinnacle Analytics Indonesia melalui metode Computer-Assisted Web Interviewing (CAWI).
Evaluasi mencakup lima dimensi, yakni Customer Experience, Customer Trust & Perception, Customer Engagement, Customer Insight & Personalization, serta Customer Inclusion. Kelima aspek tersebut menjadi dasar untuk melihat kemampuan layanan digital dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan nasabah.
Adapun CFO Award 2026 merupakan penghargaan perdana yang diberikan Media Asuransi kepada pimpinan keuangan di industri asuransi dan reasuransi. Penilaiannya berfokus pada tiga aspek utama, yakni kecukupan modal, kualitas laba dan efisiensi operasional, serta kondisi likuiditas.
Sejumlah indikator keuangan turut menjadi bagian dari penilaian, di antaranya tren Risk Based Capital (RBC), pertumbuhan ekuitas, Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), investment yield, Risk-Based Capital Insurance (RKI), rasio likuiditas, hingga posisi kas.
Suhardiman menilai penghargaan tersebut bukan hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan kinerja perusahaan di tengah perubahan kebutuhan industri dan pelanggan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh insan PT Jasaraharja Putera dalam menjaga kinerja perusahaan sekaligus terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pelanggan dan industri,” ujar Suhardiman.
Dia mengatakan transformasi digital, tata kelola, dan pengelolaan keuangan perlu berjalan beriringan agar perusahaan dapat menjaga kondisi bisnis dalam jangka panjang.
“Kami memandang transformasi digital, penguatan tata kelola, serta pengelolaan keuangan yang prudent sebagai bagian yang saling terintegrasi dalam membangun perusahaan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG), Jasaraharja Putera juga terus memperkuat pengelolaan risiko dan efisiensi proses internal. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan upaya menyediakan pilihan perlindungan yang relevan bagi para pemangku kepentingan.