Keheningan fajar di Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) pecah oleh benturan logam yang memekakkan telinga. Pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah bus penumpang Scania Halmahera mengalami kecelakaan hebat di KM 63+200, Desa Sei Buluh, Serdang Bedagai, yang mengakibatkan 4 penumpang tewas dan 19 lainnya luka-luka.
Berawal dari Lepas Ban dan Patah As Roda
Petaka bermula ketika sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 bermuatan ayam ternak yang dikemudikan Denis Kurniawan melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Setibanya di lokasi, maut mengintai dari kerusakan teknis. Ban kiri belakang pikap tersebut tiba-tiba terlepas akibat patah as roda.
Mobil yang kehilangan kendali itu oleng seketika dari jalur lambat ke jalur cepat, lalu terguling melintang di tengah badan jalan. Posisi pikap yang terhenti mendadak di jalur cepat menjadi jebakan maut bagi kendaraan di belakangnya.
Tak lama berselang, Bus Halmahera berkecepatan tinggi yang dikemudikan Ramadhan Syahputra meluncur di jalur yang sama. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, sang sopir tak sempat menginjak rem dengan sempurna. Bus besar itu menghantam bagian belakang pikap dengan keras.
Dalam upaya terakhir menghindari dampak lebih buruk, sopir bus membanting setir ke kiri hingga keluar jalur. Namun, bus justru menghantam guardrail (pembatas jalan) dengan sangat kuat hingga terlempar keluar dari ruas tol. Posisi akhir bus sungguh mengenaskan; terguling di luar badan jalan dengan kedua ban kanan menghadap ke langit.
Duka dan Sopir yang Melarikan Diri
Insiden ini merenggut nyawa empat penumpang bus. Dua di antaranya telah teridentifikasi sebagai Risiani (75), seorang lansia asal Medan Deli, dan Muhammad Rizky (23), pemuda asal Percut Sei Tuan. Sementara itu, 19 penumpang lainnya harus dilarikan ke RS Grand Medistra dan RS Sari Mutiara Lubuk Pakam akibat luka berat dan ringan.
Di tengah evakuasi yang mencekam, sopir bus Halmahera, Ramadhan Syahputra, dilaporkan menghilang. Kasat PJR Polda Sumut, AKBP Dhery Fajariandono, mengonfirmasi bahwa pengemudi bus tersebut melarikan diri pascakecelakaan dan kini dalam pengejaran pihak kepolisian.
Kini, bangkai kedua kendaraan telah diamankan di Kantor Unit Gakkum Polres Sergai sebagai barang bukti penyelidikan lebih lanjut atas tragedi berdarah di lintasan tol tersebut.