JAKARTA – Harapan tuan rumah untuk menambah wakil di sektor ganda putra Indonesia Open 2026 kembali berkurang.
Pasangan muda Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan, He Zhi Wei/Huang Jui-Hsuan, pada babak pertama turnamen bergengsi tersebut dengan skor akhir 21-13, 17-21 dan 11-21.
Bertanding di Court 2 Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026) sore, Faathir/Devin tidak mampu mempertahankan momentum setelah merebut gim pembuka dan akhirnya menyerah dalam pertarungan tiga gim yang berlangsung selama 45 menit.
Duel ini menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan yang sama-sama berada di jajaran 40 besar dunia, dengan wakil Indonesia menempati peringkat ke-37 BWF, sementara pasangan Taiwan berada satu tingkat lebih baik di posisi ke-35 dunia.
Faathir/Devin yang sama-sama bermain dengan tangan kiri (kidal), membuka pertandingan dengan permainan agresif yang berhasil merepotkan lawan sejak awal laga.
Strategi menyerang yang diterapkan pasangan muda Indonesia membuahkan hasil positif setelah mereka mengamankan gim pertama dengan skor meyakinkan 21-13.
Namun, situasi berubah pada gim kedua ketika He Zhi Wei/Huang Jui-Hsuan mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka.
Pasangan Taiwan tampil lebih solid dalam reli panjang serta mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan yang dilakukan wakil tuan rumah.
Dominasi tersebut membawa mereka merebut gim kedua dengan skor 17-21 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Memasuki gim ketiga, Faathir/Devin berupaya bangkit untuk mengembalikan kendali permainan.
Akan tetapi, tekanan konsisten dari lawan membuat pasangan Indonesia kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.
He Zhi Wei/Huang Jui-Hsuan akhirnya memastikan kemenangan setelah mengunci gim ketiga dengan skor 11-21.
Kekalahan ini membuat langkah Faathir/Devin terhenti di babak 32 besar dan gagal mengamankan tiket menuju fase 16 besar Indonesia Open 2026.
Hasil tersebut sekaligus menambah catatan kurang menggembirakan bagi sektor ganda putra Indonesia pada hari kedua turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Sebelumnya, pasangan senior Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga harus angkat koper lebih cepat setelah kalah dua gim langsung dari wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi.
Dalam pertandingan itu, Fajar/Fikri tak mampu keluar dari tekanan lawan dan menyerah dengan skor 13-21, 14-21.
Dengan tersingkirnya dua pasangan tersebut, persaingan ganda putra Indonesia di Indonesia Open 2026 semakin berat untuk mempertahankan peluang meraih prestasi di hadapan publik sendiri.***