Museum Centre Pompidou-Metz di timur Prancis mendadak geger. Bukan karena kehilangan lukisan klasik bernilai sejarah tinggi, melainkan karena sebuah pisang yang dilakban ke dinding—inti dari salah satu karya seni kontemporer paling provokatif dan mahal di dunia—raib digondol maling pada Sabtu sore (30/5/2026).
Karya bertajuk “Comedian” buatan seniman nyentrik asal Italia, Maurizio Cattelan, tengah dipamerkan dalam eksibisi “Endless Sunday”. Petugas keamanan baru menyadari hilangnya buah tersebut saat melakukan patroli rutin. Tak pakai lama, pihak museum langsung melaporkan tindak pidana pencurian ini ke kepolisian setempat pada hari Minggu.
Pisang Hilang, Tinggal Beli Lagi di Pasar?
Bagi orang awam, kehilangan sebuah pisang mungkin terdengar konyol. Pihak museum pun bergerak cepat membeli pisang baru sebagai pengganti dan menempelkannya lagi ke dinding menggunakan lakban abu-abu.
“Karya itu telah dipulihkan ke tampilan aslinya secepat mungkin,” tulis pernyataan resmi museum yang mengutuk keras aksi tersebut karena dianggap merampas hak pengalaman estetik pengunjung lain.
Namun, mengapa kasus ini sampai melibatkan polisi? Jawabannya ada pada nilai konseptual karya tersebut. Museum menegaskan bahwa nilai asli dari “Comedian” tidak terletak pada buah pisang yang bisa membusuk itu, melainkan pada sertifikat keaslian dan protokol resmi yang mengatur cara penyajiannya.
Sebagai bukti kegilaan dunia seni, satu versi dari karya “Comedian” ini sukses terjual di rumah lelang terkemuka Sotheby’s pada November 2024 silam dengan harga fantastis: US$6,24 juta atau setara dengan Rp112.000.000.000 (Rp112 Miliar)! Angka ini melesat jauh dari estimasi awal yang “hanya” berkisar antara US$1 juta hingga US$1,5 juta (Rp17,9 Miliar – Rp26,9 Miliar).
Pola Provokasi: Dari Dimakan Mahasiswa hingga Digondol Maling
Aksi kriminal ini sebenarnya merupakan eskalasi dari rentetan nasib sial (atau beruntung, tergantung cara Anda melihatnya) yang kerap menimpa pisang milik Cattelan. Alih-alih dicuri, pisang-pisang sebelumnya justru berakhir di dalam perut pengunjung:
-
Tahun 2019 (Art Basel Miami Beach): Pertama kali dipamerkan, pisang ini langsung dicopot dan dimakan oleh seorang seniman pertunjukan.
-
Tahun 2023 (Leeum Museum of Art, Seoul): Seorang mahasiswa seni dengan santai memakan buah tersebut karena mengaku “kelaparan setelah melewatkan sarapan”.
-
Tahun 2025 (Centre Pompidou-Metz): Seorang pengunjung nekat memakan pisang pameran tak lama setelah pembukaan, namun museum memilih tidak menempuh jalur hukum.
Cattelan sendiri sengaja menciptakan karya ini sebagai satir terhadap pasar seni global.
“Jika saya harus berada di sebuah pameran, saya bisa menjual pisang seperti orang lain menjual lukisan mereka. Saya bisa bermain dalam sistem ini, tetapi dengan aturan saya sendiri,” ujar Cattelan, menjelaskan refleksi tentang apa yang sebenarnya manusia anggap berharga.