JAKARTA – Charles Leclerc mencetak kejutan besar dengan merebut pole position GP Hungaria 2025, berkat strategi ban yang brilian di tengah perubahan cuaca ekstrem dan intuisi tajam yang mengubah arah sesi kualifikasi pada Sabtu (2/8/2025).
Meski Ferrari kesulitan sepanjang sesi sebelumnya, sang pembalap asal Monako justru tampil luar biasa saat semua tim berjudi dengan kondisi lintasan yang tak terduga.
Kondisi lintasan berubah drastis menjelang Q3 akibat pergeseran arah angin hingga 180 derajat dan penurunan suhu aspal lebih dari 10 derajat Celsius.
Kombinasi ini membuat banyak tim, termasuk McLaren, kehilangan grip ideal yang sebelumnya mereka kuasai di Q1 dan Q2.
Mobil McLaren MCL39 milik Oscar Piastri dan Lando Norris bahkan menjadi korban dari perubahan ini, kehilangan keseimbangan saat masuk tikungan-tikungan cepat.
Dalam situasi genting itulah Leclerc mengambil inisiatif. “Biarkan saya keluar secepat mungkin,” pintanya kepada tim teknis Ferrari.
Permintaan tersebut menjadi penentu, karena memberinya kesempatan untuk memanaskan ban secara bertahap dan presisi, serta memasukkan kompon Pirelli ke dalam jendela suhu optimal.
Tim Ferrari juga sukses mengatur tekanan ban secara sempurna. Hasilnya? Leclerc satu-satunya pembalap dari sepuluh besar yang mampu mencatatkan waktu lebih cepat di percobaan kedua.
Ferrari tampil tepat waktu saat lawan-lawannya salah langkah. Saat sebagian besar tim menunda keluar pit demi mencari suhu optimal, Leclerc justru melaju lebih dulu dan mencuri momentum.
Andrea Stella dari McLaren pun mengakui bahwa performa hebat seperti ini tidak terjadi karena kebetulan.
“Segalanya selalu punya penjelasan di Formula 1,” ucapnya menanggapi hasil mengejutkan ini, dikutip Garuda TV dari Gazzetta, Minggu (3/8/2025) .
Data Pirelli menunjukkan bahwa suhu lintasan yang turun drastis mengubah karakter ban dan memaksa tim berpikir ulang soal strategi kualifikasi dan balapan.
Di balik performa pole position Leclerc juga terdapat analisis teknis cermat dari Ferrari: dari tekanan ban yang disesuaikan, lap pemanasan yang diperpanjang, hingga membaca arah angin secara real-time. Semua faktor bersatu mendukung keputusannya.
Leclerc sendiri bahkan mengaku sempat bingung.
“Hari ini saya tidak mengerti apa-apa tentang F1, kami kesulitan di setiap sesi kualifikasi dan bahkan untuk masuk ke Q3, tapi kemudian saya mencetak pole position terbaik dalam karier saya,” katanya tak percaya dengan apa yang baru ia capai.
Namun, pole di Hungaroring ini bukanlah kebetulan semata, melainkan buah dari intuisi, respons cepat, dan manajemen teknis yang solid.
Kini, Leclerc akan memulai balapan dari posisi terdepan, diikuti oleh duet McLaren yang tetap mengancam.
Piastri dan Norris menunjukkan kecepatan impresif di dua sesi awal dan memiliki potensi memberi tekanan sejak lap pertama.
Mengingat data Pirelli soal degradasi ban, strategi dua pit stop dengan kombinasi medium-hard-hard diperkirakan menjadi pilihan optimal dalam lomba nanti.***


