JAKARTA – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa Premier League tetap menjadi kompetisi sepak bola terbaik di dunia meski Manchester City tersandung kasus pelanggaran aturan finansial. Ia menilai reputasi Liga Inggris tidak bisa dinilai hanya dari satu kasus yang masih menjalani proses banding.
Pernyataan tersebut disampaikan Arteta setelah komisi independen Premier League menyatakan Manchester City bersalah atas 114 pelanggaran aturan finansial yang berkaitan dengan periode 2009 hingga 2018.
Manchester City telah mengajukan banding atas putusan tersebut. Jika hasil banding tidak mengubah keputusan, klub berjuluk The Citizens itu berpotensi menghadapi sanksi berat. Namun, bentuk hukuman akhirnya masih menunggu perkembangan proses yang berlangsung.
Arteta: Premier League Tetap Liga Terbaik di Dunia
Arteta memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah Premier League masih layak disebut sebagai liga terbaik di dunia meskipun kasus Manchester City mencuat.
“100%,” jawab Arteta saat ditanya mengenai hal tersebut.
Ia kemudian menjelaskan alasan di balik pandangannya. Pelatih asal Spanyol itu menilai kualitas Premier League tidak hanya ditentukan oleh satu klub, melainkan oleh banyak faktor yang membuat kompetisi tersebut menarik.
“Ini adalah liga terbaik di dunia menurut pendapat saya, betul, untuk banyak alasan dan juga karena saya sudah berada di sini selama 20 tahun dan liga ini akan terus jadi liga terbaik di dunia,” ujar Arteta, dikutip dari ESPN.
Arteta sendiri pernah menjadi asisten Pep Guardiola di Manchester City selama tiga tahun sebelum mengambil alih Arsenal pada Desember 2019. Pengalamannya di dua klub tersebut membuat komentarnya turut mendapat perhatian di tengah kontroversi yang sedang berlangsung.
Manchester City Dinyatakan Melanggar Aturan Finansial
Kasus Manchester City berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan keuangan klub selama sembilan musim, yakni dari 2009/2010 sampai 2017/2018.
Dalam putusan yang diumumkan pada 29 September 2026, komisi independen menyatakan City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan finansial serta sebagian besar dakwaan mengenai kegagalan bekerja sama dengan penyelidikan Premier League.
Menurut pernyataan resmi Premier League, komisi menemukan adanya kontrak komersial yang dinilai tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Pengaturan tersebut dinilai bertujuan meningkatkan pendapatan klub secara artifisial dan mengurangi biaya yang dilaporkan.
City telah mengajukan banding atas putusan itu. Karena proses hukum belum selesai, konsekuensi akhir bagi klub masih menunggu hasil dari tahapan berikutnya.
Arteta Minta Semua Pihak Menghormati Proses
Meski mempertahankan pandangannya mengenai kualitas Premier League, Arteta tidak ingin memberikan komentar lebih jauh tentang perkara yang melibatkan mantan klubnya tersebut.
“Sedang ada sebuah proses yang masih belum selesai, hal itu sedang berlangsung dan kita bisa memiliki, yang saya pikir sebuah pendapat yang lebih jelas sekalinya kasusnya sudah terselesaikan. Sampai sekarang saya belum siap memberikan komentar apapun,” kata Arteta.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arteta memilih menunggu proses banding selesai sebelum memberikan penilaian lebih jauh mengenai dampak kasus tersebut terhadap kompetisi.
Kasus Manchester City kini menjadi sorotan sepak bola Inggris karena hasil akhirnya berpotensi memengaruhi klub dan reputasi liga. Di tengah proses tersebut, Arteta menilai Premier League tetap memiliki kualitas dan daya saing yang membuatnya menjadi salah satu kompetisi paling menarik di dunia.