JAKARTA – Manchester United memilih tetap disiplin dalam belanja pemain meski gagal mengamankan tiga gelandang incaran dengan total nilai transfer USD 403 juta atau sekitar Rp6,64 triliun.
Keputusan itu memicu pro dan kontra karena klub enggan mengikuti lonjakan harga pemain tengah yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran di bursa transfer musim panas.
Manajemen INEOS mempertahankan kebijakan belanja sesuai kemampuan demi menghindari tekanan finansial yang lebih besar setelah proses restrukturisasi klub.
Akibat strategi tersebut, United kehilangan peluang merekrut Elliot Anderson, Sandro Tonali, dan Mateus Fernandes yang akhirnya bergabung dengan klub lain.
Total nilai transfer ketiga pemain itu mencapai 301 juta poundsterling atau sekitar Rp6,64 triliun, angka yang dianggap terlalu tinggi untuk dipenuhi.
Mantan bek Manchester United, Wes Brown, justru menilai kebijakan tersebut sebagai langkah tepat demi menjaga stabilitas keuangan klub.
Menurut Brown, United selama bertahun-tahun terlalu sering membayar pemain dengan harga di atas nilai pasar sehingga kini perlu mengubah pendekatan.
“Saya rasa itu keputusan yang cerdas karena inilah cara yang benar untuk dijalankan,” ujar Brown seperti dikutip TEAMTalk, Rabu (8/7/2026).
“Selama bertahun-tahun Manchester United membayar terlalu mahal untuk banyak pemain dan sekarang harga gelandang terus melonjak,” lanjutnya.
“Jika klub berani mengambil sikap tegas, pada akhirnya mereka akan memperoleh rasa hormat dan itulah yang memang sudah lama dibutuhkan,” tambah Brown.
Di sisi lain, United tetap membutuhkan tambahan tenaga di lini tengah setelah Casemiro diproyeksikan meninggalkan klub usai tampil impresif musim lalu.
Situasi semakin rumit karena Manuel Ugarte mengalami cedera ligamen anterior (ACL) yang membuat kebutuhan gelandang baru semakin mendesak.
Hingga saat ini, Ederson menjadi satu-satunya gelandang yang berhasil didatangkan United dengan nilai transfer sekitar 39 juta poundsterling atau sekitar Rp861 miliar.
Meski nama Aurelien Tchouameni terus dikaitkan dengan Old Trafford, Brown menilai Adam Wharton merupakan opsi yang lebih sesuai.
Brown menyebut Wharton memiliki kualitas teknis, karakter bermain, dan usia yang ideal untuk menjadi investasi jangka panjang Manchester United.
Ia juga meyakini gelandang berusia 22 tahun tersebut mampu berkembang sekaligus memberikan keuntungan finansial apabila dijual pada masa mendatang.
Namun, United diperkirakan harus bergerak cepat karena Liverpool juga dikabarkan mulai menjajaki peluang merekrut pemain Crystal Palace tersebut.
Sementara itu, laporan terbaru menyebut INEOS mulai mempertimbangkan menaikkan tawaran demi memburu target impian berikutnya pada bursa transfer musim panas.***