JAKARTA – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS melancarkan serangan terbaru terhadap Iran pada 7 Juli 2026, menghantam lebih dari 80 target dengan amunisi presisi.
Serangan itu, menurut CENTCOM yang dilansir Sputnik, Rabu (8/7/2026), diarahkan ke sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando, radar pantai, kemampuan rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik IRGC di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
Washington menggambarkan operasi tersebut sebagai “balasan” atas dugaan serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintas di jalur strategis itu. Namun, pernyataan resmi CENTCOM yang menyebut aksi ini sebagai “serangan ofensif” menegaskan adanya eskalasi langsung sekaligus pelanggaran gencatan senjata oleh AS.
Langkah ini kembali menunjukkan sikap AS yang mengabaikan memorandum kesepakatan dengan Iran, sekaligus memperlihatkan peningkatan agresi terhadap Teheran.