JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memberikan mobil dinas Maung MV3 Garuda Limousine kepada sejumlah menteri dan kepala lembaga negara Kabinet Merah Putih.
Salah satu pejabat yang menerima kendaraan tersebut ialah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga terlihat menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 5 Oktober 2026.
Kendaraan produksi dalam negeri itu menjadi sorotan karena menawarkan sejumlah fitur yang mendukung kenyamanan pejabat selama menjalankan tugas.
Airlangga mengatakan salah satu kelebihan yang langsung dirasakannya berada pada desain dan pengaturan kursi penumpang.
“Tempat duduknya nyaman. Ini bisa reclining, bisa naik bisa turun. Terus dingin,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Airlangga, pengaturan kursi yang fleksibel membuat posisi duduk dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna selama perjalanan.
Ia juga menyoroti tingkat kenyamanan kabin, termasuk sistem pendingin yang membuat suasana interior tetap sejuk.
Selain kursi, Airlangga turut memberikan penilaian terhadap tingkat kekedapan suara di dalam kabin Maung MV3 Garuda Limousine.
Ia mengakui suara dari luar masih dapat terdengar, tetapi kondisi tersebut dinilainya masih wajar untuk kendaraan berjenis SUV.
“Kalau suara kita biasanya seneng yang apa namanya peka. Jadi semua suara kita dengerin. Klakson, ban yang biasa kedengeran.”
“Karena mobil-mobil ini kan tipenya SUV, hampir semuanya SUV itu bannya kedengeran,” ujarnya.
Airlangga kemudian memuji tampilan interior Maung MV3 Garuda Limousine yang menurutnya memiliki kesan modern dan mewah.
Ia menilai teknologi yang disematkan pada kendaraan tersebut mampu memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi penggunanya.
“Dalemnya kan keren kan?. Interiornya teknologinya bagus, nyaman. Bluetooth, touchscreen bisa. Cuman kan kita biasanya kalau Bluetooth takut karena tahu-tahu ditelepon kedengeran di depan,” imbuh Menko Airlangga.
Maung MV3 Garuda Limousine merupakan kendaraan buatan dalam negeri yang digunakan sebagai kendaraan dinas bagi sejumlah pejabat pemerintahan.
Penggunaan kendaraan tersebut sekaligus memperlihatkan pemanfaatan produk otomotif nasional dalam mendukung kebutuhan kendaraan operasional pemerintah.***