JAKARTA – Cedera hamstring yang dialami Mohamed Salah dipastikan mengakhiri kiprahnya bersama Liverpool FC di sisa musim ini setelah sang penyerang harus menepi selama empat pekan ke depan.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh direktur tim nasional Mesir, Ibrahim Hassan, yang menyebut bahwa pemain berusia 33 tahun itu telah memainkan laga terakhirnya bersama The Reds.
Absennya Salah menjadi pukulan telak bagi Liverpool yang tengah menutup musim Premier League dengan jadwal padat dan penuh tekanan.
Cedera tersebut terjadi saat Liverpool menang 3-1 atas Crystal Palace pada laga pekan ke-34, Sabtu (25/4/2026) ketika Salah terpaksa meninggalkan lapangan pada menit ke-60 sambil menahan rasa sakit di bagian pahanya.
“Dia mengalami robekan hamstring dan membutuhkan waktu pemulihan sekitar empat minggu,” ujar Hassan dalam pernyataannya kepada Reuters.
Manajer Liverpool, Arne Slot, mengungkapkan situasi ini sebagai gambaran musim yang penuh tantangan bagi timnya.
“Ini kemenangan yang diikuti cedera lagi, seperti cerita sepanjang musim kami,” kata Slot, menambahkan bahwa kondisi Salah masih perlu evaluasi lebih lanjut.
Slot juga menyoroti karakter Salah yang jarang meninggalkan lapangan, sehingga cedera ini menjadi indikasi serius.
“Semua orang tahu betapa sulitnya bagi Mo untuk keluar dari pertandingan, jadi ini menunjukkan sesuatu yang tidak ringan,” ucapnya.
Cedera ini datang di momen emosional karena Salah sebelumnya telah mengumumkan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim setelah sembilan tahun penuh prestasi.
Perpisahannya dipastikan tidak akan diwarnai aksi di lapangan, melainkan hanya melalui pesan perpisahan kepada suporter usai laga terakhir kontra Brentford FC.
Liverpool sendiri masih memiliki sejumlah laga penting, termasuk menghadapi Manchester United, Chelsea FC, dan Aston Villa dalam penutup musim.
Sepanjang musim ini, Salah mencatatkan kontribusi 12 gol dan sembilan assist di semua kompetisi, menegaskan perannya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di skuad.
Di level internasional, kabar baik datang bagi timnas Mesir karena Salah dipastikan akan pulih tepat waktu untuk tampil di FIFA World Cup 2026.
Mesir tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Iran, dalam turnamen yang akan berlangsung di Amerika Utara mulai 11 Juni mendatang.
Salah disebut bertekad tampil maksimal dan menghindari pengulangan pengalaman pahit pada edisi 2018 saat ia datang dalam kondisi belum pulih sepenuhnya.
Kala itu, cedera bahu yang dialaminya di final Liga Champions melawan Real Madrid berdampak pada performanya bersama Mesir.
Kini, fokus utama sang bintang adalah pemulihan total demi membawa negaranya melangkah lebih jauh di panggung dunia.***