JAKARTA – Tak seorang pun — bahkan Lewis Hamilton maupun Ferrari — menyangka bahwa musim pertama kolaborasi mereka akan berjalan seperti ini. Pembalap asal Inggris itu tertinggal jauh dari rekan setimnya, Charles Leclerc, dengan selisih 50 poin, sementara Leclerc telah meraih 100 persen pole position (satu) dan enam podium penuh untuk Scuderia Ferrari musim ini.
Padahal, segalanya tampak menjanjikan di awal tahun. Pada Grand Prix kedua di Tiongkok, Hamilton memenangkan Sprint Race, yang sempat dianggap menjadi titik kebangkitannya. Namun, kemenangan itu justru menjadi satu-satunya sorotan di musim yang penuh kekecewaan. Hingga kini, Hamilton telah melalui 19 Grand Prix tanpa finis di podium. Hasil terbaiknya hanya finis keempat di Austin, menjadikannya pembalap Ferrari dengan rentetan balapan tanpa podium terpanjang dalam sejarah tim.
Dilansir dari Motorsport, rekor sebelumnya dipegang oleh Didier Pironi, yang melewati 18 balapan pertamanya bersama Ferrari antara 1981 dan awal 1982 tanpa naik podium. Pironi akhirnya menutup musim keduanya dengan enam podium, termasuk dua kemenangan. Di belakangnya, Ivan Capelli gagal meraih podium dalam 14 balapan selama membela Ferrari, sedangkan Gilles Villeneuve juga butuh 13 balapan pertama sebelum akhirnya menutup musim debutnya dengan dua kemenangan — dan total 13 kemenangan selama kariernya bersama tim Italia tersebut.
Hamilton sendiri sudah pernah melewati musim tanpa kemenangan, yakni pada 2022 dan 2023 bersama Mercedes. Namun, pada dua musim itu, ia masih mampu finis di podium sembilan kali (2022) dan enam kali (2023). Tahun 2022 juga menjadi satu-satunya musim tanpa pole position bagi Hamilton. Kini, dengan lima seri tersisa, ia berpotensi menutup musim perdananya bersama Ferrari tanpa pole, podium, atau kemenangan. Satu-satunya catatan positif hanyalah lap tercepat di GP Singapura.
Menariknya, podium pertama Didier Pironi bersama Ferrari juga langsung berbuah kemenangan, di Imola 1982. Pertanyaannya kini, apakah podium pertama Hamilton dengan mobil merah akan berakhir serupa?
Sisi Positif: Hamilton Torehkan Rekor Poin F1
Meski hasil di lintasan belum memuaskan, Hamilton masih mencetak sejarah di Grand Prix Austin. Berkat poin dari sprint dan balapan utama, ia menjadi pembalap pertama dalam sejarah Formula 1 yang menembus 5.000 poin.
Hamilton kini mengoleksi 5.004,5 poin sepanjang kariernya — sebuah angka yang tidak mungkin dikejar oleh pembalap dari era sebelumnya, mengingat sistem poin yang baru mulai diterapkan sejak 2010, di mana pemenang balapan mendapat 25 poin (bukan 9 atau 10 seperti di masa lalu).
Di bawah Hamilton, Max Verstappen menempati posisi kedua dengan 3.329,5 poin, disusul oleh Sebastian Vettel (3.098 poin), Fernando Alonso (2.374 poin), dan Kimi Räikkönen (1.873 poin).