SRAGEN – Di Sragen, Jawa Tengah, kisah Nenek Samini (70) menjadi potret nyata perjuangan keluarga miskin yang menggantungkan harapan pada pendidikan cucunya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen.
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Sosial menjadi harapan baru bagi keluarga kecil ini untuk keluar dari jerat kemiskinan struktural.
Hendi Saputro, cucu Samini yang kini duduk di kelas 7 SMP, mendapatkan kesempatan belajar dengan fasilitas lengkap tanpa biaya di asrama pendidikan tersebut.
Kondisi keluarga Hendi sebelumnya sangat memprihatinkan setelah ibunya meninggal akibat COVID-19 dan ayahnya mengalami stroke yang membuatnya tidak lagi bisa bekerja.
Sejak saat itu, beban ekonomi keluarga sepenuhnya ditanggung oleh Nenek Samini dan Kakek Patmo Suwito (76) yang tetap bekerja di usia lanjut.
Keduanya mencari penghasilan dengan mengumpulkan getah karet untuk dijual ke pabrik dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.
Dalam satu hari, mereka hanya mampu mengumpulkan sekitar 10 kilogram karet dengan pendapatan rata-rata Rp50.000 yang harus mencukupi kebutuhan keluarga.
Penghasilan tersebut digunakan untuk kebutuhan makan, perawatan ayah Hendi yang sakit, serta biaya harian cucu dan adiknya.
Situasi tersebut bahkan sempat membuat Hendi putus sekolah dan bekerja di bengkel demi membantu ekonomi keluarga.
Kini, setelah kembali bersekolah melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Hendi mendapatkan pendidikan, seragam, serta makan bergizi tiga kali sehari secara gratis.
“Saya senang cucu saya sekolah di Sekolah Rakyat. Supaya anaknya pintar, supaya sukses, supaya tidak seperti nenek, kakeknya dan ayahnya. Supaya kehidupannya ke depan menjadi baik,” harap nenek Samini, dikutip pada Selasa (21/4).
Nenek Samini menegaskan bahwa seluruh kebutuhan pendidikan cucunya kini ditanggung penuh oleh program pemerintah tanpa biaya sepeser pun.
“Cucu saya diberi (fasilitas) komplit, saya tidak mengeluarkan sepeser pun,” kata nenek Samini.
Selain pendidikan gratis, keluarga ini juga mendapatkan bantuan dua ekor kambing dari pemerintah sebagai upaya memperkuat ekonomi rumah tangga.
“Saya bersyukur sekali, cucu saya ditolong pemerintah. Bapak Presiden Prabowo, saya senang sekali, Pak. Semoga cucu saya jadi orang sukses kedepannya, Pak,” imbuh Samini.
Kementerian Sosial menyatakan bahwa Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai sarana pemutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah di bawah mandat Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.***