JAKARTA – Konflik antara ADOR, manajemen di bawah HYBE Labels, dan grup NewJeans terus memanas meski tahun berganti.
Terbaru, ADOR marah besar dan mengajukan permintaan kepada Pengadilan Pusat Distrik Seoul untuk mengeluarkan surat perintah resmi yang melarang NewJeans menerima tawaran iklan atau endorsement secara independen.
Dalam dokumen yang diajukan pekan lalu, ADOR mengklaim bahwa anggota NewJeans melakukan komunikasi langsung dengan pengiklan untuk mendapatkan kontrak iklan tanpa persetujuan manajemen. Padahal, menurut ADOR, kontrak eksklusif antara mereka dan NewJeans masih sah, meskipun grup tersebut telah mengumumkan pemutusan kontrak pada akhir tahun lalu.
Manajemen menegaskan bahwa status NewJeans sebagai artis ADOR tetap berlaku hingga ada keputusan hukum final.
Sebaliknya, NewJeans, yang telah mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari ADOR dan HYBE sejak November 2024, menyatakan akan melanjutkan aktivitas mereka secara independen.
“Kami memutuskan minta bantuan pengadilan untuk menghindari kesalahpahaman dan kerugian terhadap pihak ketiga, termasuk pengiklan,” ujar ADOR dalam pernyataan resminya yang dilansir oleh Korea JoongAng Daily pada Rabu (15/1).
Ketegangan antara kedua pihak kian meningkat setelah NewJeans membuat akun Instagram baru yang dikelola secara mandiri, menyusul pengumuman pemutusan kontrak pada 28 November 2024.
Sepanjang tahun lalu, hubungan ADOR dan NewJeans memburuk di tengah isu internal HYBE, termasuk peran Min Hee Jin, CEO ADOR. Meski Min Hee Jin telah menarik diri dari konflik ini, NewJeans tetap bersikap tegas menolak tekanan dari manajemen.
“Kami akan melanjutkan aktivitas kami secara independen, bebas dari HYBE dan ADOR,” tegas NewJeans dalam pernyataan resmi mereka November lalu.
ADOR kini berupaya mengambil langkah hukum untuk menghentikan aktivitas independen grup pelantun “ETA” tersebut yang dianggap merugikan manajemen.
Mereka menegaskan bahwa persetujuan agensi tetap diperlukan dalam setiap aktivitas komersial NewJeans hingga status kontrak mereka dinyatakan selesai secara hukum.