JAKARTA – Andre Fernando alias Charlie alias “The Doctor”, buron yang diduga sebagai pemasok utama sabu-sabu bagi dua jaringan narkoba besar di Indonesia, tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin malam. Ia langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri.
Berdasarkan pantauan di lokasi, “The Doctor” tiba dengan pengawalan ketat. Ia didampingi dua mobil sedan yang berjaga di depan dan belakang rombongan. Sembilan personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengawalnya memasuki gedung. Buron tersebut duduk di kursi roda dengan kedua tangan terikat menggunakan kabel ties. Ia mengenakan kaos oblong hitam, celana pendek krem, dan kakinya terbalut kain kasa.
“The Doctor” sama sekali tidak menanggapi pertanyaan awak media yang sudah menunggu di lokasi.
Kepala Satgas Network Inspection Center (NIC) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol. Kevin Leuleury, menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja sama internasional.
“Tidak ada perlawanan, tetapi kami juga berkoordinasi dengan Interpol. Jadi, mereka yang melakukan penindakan di Malaysia. Penangkapan dilakukan kemarin sore di sebuah apartemen di Penang, Malaysia,” ujarnya.
Menurut Kevin, barang bukti yang diamankan di apartemen tersebut berupa beberapa telepon pintar dan sebuah tas. Hasil interogasi awal mengungkap bahwa “The Doctor” telah berada di Malaysia sejak 2024.
Kevin menjelaskan peran penting tersangka dalam pasokan narkoba nasional.
“Andre alias ‘The Doctor’ merupakan penyuplai dari dua jaringan yang ada di Indonesia. Yang pertama jaringan NTB yang sudah kami tangkap, yaitu Koko Erwin, dan kedua jaringan dari White Rabbit di PIK maupun di Gatot Subroto,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini tidak akan berhenti pada satu nama.
“Dittipidnarkoba Bareskrim Polri terus membangun dan membongkar jaringan dari bawah hingga ke atas, mulai dari hulu sampai ke hilir,” katanya.
Penangkapan “The Doctor” menjadi bagian dari operasi besar Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang terus membongkar jaringan narkoba secara menyeluruh, mulai dari pengedar tingkat bawah hingga para pemasok lintas negara. Polri menjanjikan pengungkapan lanjutan yang lebih luas untuk memutus rantai pasok narkoba di Indonesia.