JAKARTA – Komisi penyelidikan independen PBB menyatakan Israel terus melakukan tindakan genosida dengan sengaja menargetkan anak-anak Palestina di Gaza. Laporan yang dirilis Selasa itu menegaskan sekitar 30 persen korban tewas akibat serangan Israel adalah anak-anak.
“Bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina telah sengaja dijadikan sasaran dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel,” kata Srinivasan Muralidhar, ketua komisi tersebut, dilansir The Guardian, Rabu (24/6/2026). Ia menambahkan, dengan menargetkan anak-anak, Israel merusak kemampuan rakyat Palestina untuk eksis dan menentukan masa depan mereka.
Komisi menilai penggunaan amunisi berdaya ledak tinggi di kawasan padat penduduk, meski korban anak terus meningkat, menunjukkan serangan dilakukan secara sengaja. Laporan juga menyoroti dampak blokade bantuan, makanan, dan obat-obatan yang menyebabkan kelaparan, trauma, hingga meningkatnya angka keguguran. Hampir semua anak di Gaza disebut membutuhkan dukungan psikologis.
Israel menolak temuan itu, menyebutnya sebagai “fitnah palsu,” dan menuduh Hamas mengalihkan bantuan untuk kepentingan kelompok bersenjata. Namun, berbagai lembaga HAM internasional seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, serta pakar genosida dunia, menyimpulkan adanya niat Israel untuk menghancurkan warga Palestina.
Selain Gaza, laporan juga menyoroti Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dengan temuan peningkatan kekerasan pemukim Israel terhadap anak-anak Palestina. Komisi mendokumentasikan bukti penyiksaan, termasuk kekerasan seksual dan perlakuan tidak manusiawi di tempat penahanan, yang dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.