NTB — Kabupaten Lombok Timur menjadi penyumbang tertinggi akseptor Keluarga Berencana (KB) serentak di Nusa Tenggara Barat, dengan mencatatkan 44 persen dari total 22.842 akseptor se-provinsi. Capaian ini menjadi sorotan utama dalam peringatan HUT ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang berlangsung pada 5–31 Mei 2025.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran para bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan reproduksi di daerah. Melalui Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), layanan KB menjangkau pelosok desa hingga rumah-rumah warga, menjadi bagian penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional.
“Transformasi sejati terjadi di lapangan—di tempat seperti Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), di desa-desa, di rumah-rumah masyarakat—tempat para bidan dengan setia dan tulus mengabdi,” ujar Plh. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTB. Samsul Anam
Ia menekankan bahwa keterpaduan program KB dan peran bidan bukan sekadar jargon, tetapi kenyataan yang saling memperkuat.
“Ada KB, ada bidan. Ada bidan, ada KB. Ini bukan sekadar slogan, tapi cerminan dari kerja nyata yang membentuk jaringan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok negeri,” imbuhnya.
Bidan juga memiliki peran strategis dalam program Bangga Kencana, termasuk pelayanan kontrasepsi, pendampingan ibu hamil dan balita, hingga edukasi gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kolaborasi lintas sektor pun dinilai sangat krusial demi memastikan pelayanan KB berjalan optimal.
Perempuan dan Bidan sebagai Pilar Kesehatan Keluarga
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur, Sri Mahyu Wardani, menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara bidan dan Penyuluh KB (PKB) dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kita berharap bidan dan PKB dapat terus membangun kerja sama yang solid, sehingga seluruh masyarakat Lombok Timur dapat merasakan manfaat program KB secara merata dan berkesinambungan,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Lombok Timur, Ra’yal Ain Haerul Warisin, menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya para ibu dan tenaga kesehatan, adalah fondasi utama dalam menciptakan keluarga berkualitas.
Bidan, Agen Perubahan dalam Masyarakat
Peringatan HUT IBI ke-74 menjadi momen reflektif bagi para bidan, sekaligus penguatan komitmen terhadap program KB nasional. Lebih dari sekadar tenaga medis, bidan menjadi agen perubahan yang membimbing keluarga menuju kehidupan yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Dengan capaian gemilang Lombok Timur, peran bidan bukan hanya terlihat dalam data, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dukungan kepada para bidan menjadi langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui keluarga tangguh dan berkualitas.